Kompas.com - 13/11/2021, 21:13 WIB
Ilustrasi Kereta Api (KA) Sawunggalih KOMPAS.COM/Dok PT KAI Daop 5 PurwokertoIlustrasi Kereta Api (KA) Sawunggalih
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Richard Trevithick adalah seorang insinyur asal Inggris, penemu mesin yang berhasil memanfaatkan uap bertekanan tinggi dan menciptakan lokomotif kereta uap pertama di dunia pada tahun 1803.

Pada tahun 1805, Trevithick mengadaptasi mesin bertekanan tinggi untuk menggerakkan pabrik besi dan mendorong kengkang dengan bantuan roda dayang.

Lahir pada 13 April 1771 di Illogan, Cornwall , Inggris, Trevithick menghabiskan masa mudanya di Illogan, di distrik penambangan timah Cornwall. Kepala sekolahnya menyebut Trevithick sebagai anak yang tidak patuh, lambat, dan keras kepala.

Namun, Trevithick menunjukkan bakat yang luar biasa di bidang teknik. Kemampuan intuitifnya untuk memecahkan persoalan cukup mencengangkan bagi para insinyur.

Akhirnya, Trevithick memperoleh pekerjaan pertamanya sebagai insinyur di Cornish pada usianya yang baru menginjak 19 tahun.

Baca juga: Sejarah Kereta Api Diawali dari Penemuan Mesin Uap

Pada tahun 1797, ia menikah dengan Jane Harvey yang berada dari keluarga insinyur terkemuka. Dia memiliki beberapa anak yang salah satunya menjadi pengawas lokomotif dari London & North Western Railway yang kemudian menulis biografi sang ayah.

Pada tahun 1797 Trevithick menciptakan model kerja tekanan tinggi, baik stasioner maupun mesin lokomotif, yang sangat sukses sehingga ia dapat membuat tekanan tinggi skala penuh untuk mengangkat bijih.

Secara keseluruhan, Trevithick membuat 30 mesin yang serupa. Mesin-mesin tersebut dapat diangkut dengan gerobak pertanian biasa ke tambang Cornish.

Trevithick membuat kereta api pertama pertama, yang ia kendarai di atas bukit di Camborne, Cornwall, pada Malam Natal 1801.

Pada bulanlan Maret berikutnya, Trevithick dengan sepupunya, Andrew Vivian, mengeluarkan paten bersejarahnya untuk mesin bertekanan tinggi dan lokomotif.

Baca juga: Kenapa Rel Kereta Api Menggunakan Batu?

Selanjutnya, pada tahun 1803 ia membangun gerbong kedua, yang ia kendarai melalui jalan-jalan London, dan membangun lokomotif kereta api uap pertama di dunia di Penydaren Ironworks Samuel Homfray, South Wales.

Lokomotif kedua yang serupa dibuat di Gateshead pada tahun 1805. Pada tahun 1808, Trevithick mendemonstrasikan yang ketiga, Catch-me-who-can, di jalur terletak yang terletak di dekat Euston Road di London.

Dia kemudian meninggalkan proyek-proyek ini, karena rel besi terbukti terlalu rapuh untuk bobot mesinnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.