Kompas.com - 04/11/2021, 16:00 WIB
Uap mengepul keluar dari menara pendingin di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Nanjing, provinsi Jiangsu, China, pada Senin (27/9/2021). China dilanda krisis energi yang menyebabkan banyak pabrik tutup. AP PHOTOUap mengepul keluar dari menara pendingin di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Nanjing, provinsi Jiangsu, China, pada Senin (27/9/2021). China dilanda krisis energi yang menyebabkan banyak pabrik tutup.

KOMPAS.com - Polandia, Vietnam, Chili dan ratusan negara lain berjanji menghentikan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara (PLTU) dan berhenti membangun pembangkit listrik baru.

Kesepakatanyang disampaikan tuan rumah KTT COP26 pada Kamis (4/11/2021) itu akan mengikat 190 negara untuk berhenti menggunakan bahan bakar batu bara.

Dilansir dari Reuters, Kamis (4/11/2021), batu bara adalah bahan bakar fosil yang paling berpolusi dan emisi gas rumah kaca dari pembakarannya berkontribusi paling besar terhadap perubahan iklim.

Menghentikan penggunaan batu bara, dipandang penting untuk mencapai target iklim yang disepakati secara global.

Baca juga: Twit Menteri Siti Soal Deforestasi, Greenpeace: Mengecewakan, Seharusnya KLHK Jadi Rem

Dalam kesepakatan yang ditandatangani di COP26, negara-negara berkomitmen akan menghentikan investasi untuk pembangkit batu bara, baik di dalam dan luar negeri.

"Selain itu, negara-negara kaya juga berjanji menghapus pembangkit listrik berbahan bakar batu bara pada tahun 2030-an, dan untuk negara-negara miskin di tahun 2040-an," kata pemerintah Inggris.

"Akhir dari batu bara sudah di depan mata. Dunia bergerak ke arah yang benar, menghentikan penggunaan batu bara dan merangkul manfaat lingkungan dan ekonomi yang didukung energi bersih untuk masa depan," imbuh sekretaris bisnis dan energi Inggris Kwasi Kwarteng.

Secara terpisah, Powering Past Coal Alliance - kampanye internasional yang bertujuan untuk menghapus bahan bakar secara bertahap - mengatakan telah mendapatkan 28 anggota baru, termasuk Ukraina, yang berjanji akan berhenti menggunakan bahan bakar batu bara pada tahun 2035. Batu bara menghasilkan sekitar sepertiga dari listrik Ukraina tahun lalu.

Faktor-faktor termasuk kekhawatiran atas polusi pemanasan planet dan profil ekonomi yang memburuk untuk pembangkit berbahan bakar batu bara telah membatasi pangsanya di negara-negara kaya termasuk Inggris, Jerman, dan Irlandia selama beberapa dekade terakhir.

Tetapi batu bara masih menghasilkan sekitar 37 persen dari listrik dunia pada tahun 2019, dan pasokan lokal yang murah dan melimpah berarti bahan bakar tersebut mendominasi produksi listrik di negara-negara termasuk Afrika Selatan, Polandia, dan India.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.