Hanna Kirana Meninggal Gagal Jantung, Ketahui 4 Jenis Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

Kompas.com - 03/11/2021, 11:30 WIB
Hanna Kirana pemeran Zahra baru di Suara Hati Istri Instagram @hannakiranaa23Hanna Kirana pemeran Zahra baru di Suara Hati Istri

KOMPAS.com - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Artis sinetron pemeran Zahra dalam sinetron Suara Hati istri meninggal dunia pada Selasa (2/11/2021).

Telah diberitakan Kompas.com sebelumnya, kabar tersebut dibenarkan oleh kerabat dekat Hanna, Icha, yang mengatakan bahwa Hanna mengembuskan napas terakhir pada pukul 21.00 WIB.

"Iya, betul (Hanna meninggal dunia). Ini info dari ayahnya langsung. Sekitar jam 21.00 WIB tadi," kata Icha saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/11/2021).

Baca juga: Hanna Kirana Meninggal karena Gagal Jantung, Kenali Gejala hingga Penyebabnya

Icha menambahkan, Hanna meninggal karena gagal jantung.

“Info dari ayahnya, Hanna gagal jantung. Dia sebenarnya sakit, tapi enggak pernah beritahu orangtua," tutur Icha.

Apa itu gagal jantung?

Gagal jantung ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa suplai darah yang cukup ke tubuh.

Tanpa aliran darah yang cukup, semua fungsi utama tubuh akan terganggu. Gagal jantung adalah suatu kondisi atau kumpulan gejala yang melemahkan jantung Anda.

Melansir Healthline, pada beberapa orang dengan gagal jantung, jantung mengalami kesulitan memompa cukup darah untuk mendukung organ lain dalam tubuh.

Sementara sebagian orang lainnya mungkin mengalami pengerasan dan kekakuan otot jantung itu sendiri, yang menghalangi atau mengurangi aliran darah ke jantung.

Gagal jantung dapat memengaruhi sisi kanan atau kiri jantung Anda atau keduanya secara bersamaan. Ini bisa berupa kondisi akut (jangka pendek) atau kronis (berkelanjutan).

Pada gagal jantung akut, gejalanya muncul tiba-tiba tetapi hilang dengan cukup cepat. Kondisi ini sering terjadi setelah serangan jantung. Ini juga mungkin akibat dari masalah dengan katup jantung yang mengontrol aliran darah di jantung.

Namun, pada gagal jantung kronis, gejalanya terus menerus dan tidak membaik seiring waktu. Sebagian besar kasus gagal jantung bersifat kronis.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), wanita lebih mungkin meninggal karena gagal jantung ketika kondisinya tidak diobati.

Gagal jantung adalah kondisi medis serius yang memerlukan perawatan. Perawatan dini meningkatkan peluang Anda untuk pemulihan jangka panjang dengan komplikasi yang lebih sedikit.

4 Jenis gagal jantung

Gagal jantung dapat terjadi di sisi kiri atau kanan jantung Anda. Mungkin juga terjadi di kedua sisi jantung Anda pada saat yang bersamaan. Gagal jantung juga diklasifikasikan sebagai diastolik atau sistolik.

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Gagal jantung sisi kiri

Gagal jantung sisi kiri adalah jenis gagal jantung yang paling umum.

Ventrikel jantung kiri terletak di sisi kiri bawah jantung Anda. Area ini memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Gagal jantung sisi kiri terjadi ketika ventrikel kiri tidak memompa darah secara efisien. Ini mencegah tubuh Anda mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Darah kembali ke paru-paru Anda, yang menyebabkan sesak napas dan penumpukan cairan.

2. Gagal jantung sisi kanan

Ventrikel jantung kanan bertanggung jawab untuk memompa darah ke paru-paru Anda untuk mengumpulkan oksigen. Gagal jantung sisi kanan terjadi ketika sisi kanan jantung Anda tidak dapat melakukan tugasnya secara efektif.

Biasanya dipicu oleh gagal jantung sisi kiri. Akumulasi darah di paru-paru yang disebabkan oleh gagal jantung sisi kiri membuat ventrikel kanan bekerja lebih keras. Ini dapat menekan sisi kanan jantung dan menyebabkannya gagal.

Gagal jantung sisi kanan juga dapat terjadi sebagai akibat dari kondisi lain, seperti penyakit paru-paru.

Gagal jantung sisi kanan biasanya ditandai dengan pembengkakan pada ekstremitas bawah. Pembengkakan ini disebabkan oleh cadangan cairan di kaki, kaki, dan perut.

3. Gagal jantung diastolik

Gagal jantung diastolik terjadi ketika otot jantung menjadi lebih kaku dari biasanya. Kekakuan, yang biasanya disebabkan oleh penyakit jantung, berarti jantung Anda tidak mudah terisi darah.

Ini dikenal sebagai disfungsi diastolik. Ini menyebabkan kurangnya aliran darah ke seluruh organ dalam tubuh Anda.

Gagal jantung diastolik lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

4. Gagal jantung sistolik

Gagal jantung sistolik terjadi ketika otot jantung kehilangan kemampuannya untuk berkontraksi. Kontraksi jantung diperlukan untuk memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Masalah ini dikenal sebagai disfungsi sistolik, dan biasanya berkembang ketika jantung Anda lemah dan membesar.

Gagal jantung sistolik lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Baik gagal jantung diastolik maupun sistolik, dapat terjadi pada sisi kiri atau kanan jantung. Anda mungkin memiliki salah satu kondisi di kedua sisi jantung.

Baca juga: Hanna Kirana Meninggal karena Gagal Jantung, Ini Tips Menghindarinya

Ilustrasi cara mengobati gagal jantung, apakah gagal jantung bisa sembuhShutterstock/ESB Professional Ilustrasi cara mengobati gagal jantung, apakah gagal jantung bisa sembuh

Gejala gagal jantung

Gejala gagal jantung yang mungkin muncul, sebagai berikut:

- Kelelahan

- Kenaikan berat badan secara tiba-tiba

- Kehilangan nafsu makan

- Batuk terus-menerus

- Detak jantung tidak teratur

- Palpitasi jantung

- Pembengkakan perut

- Sesak napas

- Kaki dan pergelangan kaki bengkak

- Vena leher tampak menonjol

Baca juga: Hipertensi Bisa Picu Gagal Jantung, Begini Cara Mengelola Tekanan Darah

Penyebab gagal jantung

Gagal jantung seringkali berkaitan dengan kondisi kesehatan lain. Penyebab paling umum dari gagal jantung adalah penyakit arteri koroner (CAD), gangguan yang menyebabkan penyempitan arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung.

Selain itu, kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena gagal jantung meliputi:

- Kardiomiopati, gangguan pada otot jantung yang menyebabkan jantung menjadi lemah

- Penyakit jantung bawaan

- Serangan jantung

- Penyakit katup jantung

- Jenis aritmia tertentu, atau irama jantung tidak teratur

- Tekanan darah tinggi

- Emfisema, penyakit paru-paru

- Diabetes

- Tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif

- HIV

- Anemia yang parah

- Pengobatan kanker tertentu, seperti kemoterapi

- Penyalahgunaan zat terlarang atau alkohol

Cara mencegah gagal jantung

Menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mengobati gagal jantung dan mencegah kondisi berkembang lebih buruk.

Mengelola berat badan dan berolahraga secara teratur dapat secara signifikan mengurangi risiko gagal jantung. Penting untuk mengurangi jumlah garam dalam pola makan Anda untuk membantu menurunkan risiko gagal jantung.

Kebiasaan lain yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gagal jantung, yaitu menghindari makanan tinggi lemak, cukup tidur, tidak merokok, dan membatasi konsumsi alkohol.

Baca juga: Pola Tidur Sehat Turunkan Risiko Gagal Jantung, Ini Penjelasan Sains

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.