Indonesia dan Lebih dari 100 Negara Janji Akhiri Deforestasi Tahun 2030 di COP26

Kompas.com - 03/11/2021, 09:31 WIB
Foto Biro Pers, Media, dan Sekretariat Presiden: PM Inggris Boris Johnson menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di KTT COP26 Glasgow, Senin (1/11/2021). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaFoto Biro Pers, Media, dan Sekretariat Presiden: PM Inggris Boris Johnson menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di KTT COP26 Glasgow, Senin (1/11/2021).

KOMPAS.com - Lebih dari seratus pemimpin dunia akan mengikrarkan janji untuk mengakhiri deforestasi dan mengembalikan fungsi hutan pada tahun 2030, Selasa (2/11/2021).

Janji itu akan tertuang dalam kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait iklim (COP26) di Glasgow yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

Sebagai pengekspor minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia dianggap salah satu negara kunci yang akan meneken kesepakatan tersebut.

Minyak sawit terkandung dalam berbagai produk, dari sampo hingga biskuit. Industri kelapa sawit selama ini turut memicu perusakan hutan dan hilangnya wilayah masyarakat adat.

Baca juga: Kenapa Angka 1,5 Derajat Celsius Sangat Penting dalam COP26?

Negara lain yang dianggap penting dalam kesepakatan ini adalah Brasil. Sebagian besar hutan hujan Amazon di Brasil telah ditebang dan beralih fungsi untuk keperluan industri dalam beberapa dekade.

Kesepakatan di COP26 mencakup bantuan senilai hampir 19,2 miliar dollar AS (Rp 273 triliun) yang dihimpun dari dana publik dan swasta.

Sejumlah pakar menyambut baik langkah yang diambil para pemimpin negara di COP26. Meski begitu, mereka mengungkap bahwa kesepakatan iklim di New York tahun 2014 gagal memperlambat deforestasi.

Komitmen untuk menindaklanjuti kesepakatan internasional, menurut para ahli lingkungan, perlu diwujudkan.

Penebangan pohon selama ini berkontribusi memicu perubahan iklim. Hutan yang gundul tak dapat menyerap gas karbon dioksida yang menghangatkan bumi.

KTT COP26 sepanjang dua minggu di Glasgow, Skotlandia, dipandang penting jika para pemimpin dunia ingin mengendalikan perubahan iklim.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.