Kompas.com - 02/11/2021, 13:01 WIB
Foto Biro Pers, Media, dan Sekretariat Presiden: PM Inggris Boris Johnson menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di KTT COP26 Glasgow, Senin (1/11/2021). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaFoto Biro Pers, Media, dan Sekretariat Presiden: PM Inggris Boris Johnson menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di KTT COP26 Glasgow, Senin (1/11/2021).

KOMPAS.com - Pertemuan puncak para pemimpin dunia di ajang COP26 resmi dimulai di Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11/2021). Pertemuan ini dianggap sebagai salah satu pertemuan paling penting dalam upaya menyelamatkan Bumi.

Tujuan utama pertemuan ini adalah agar suhu Bumi dibatasi pada 1,5 derajat celsius pada 2100 atau paling tinggi 2 derajat celsius. Namun, berdasarkan perhitungan saat ini, suhu Bumi mengarah pada 2,7 derajat celsius, angka yang menurut PBB akan menyebabkan bencana iklim.

Dalam pembukaan pertemuan ini, Sekretaris Jendral PBB António Guterres mengatakan kepada lebih dari 120 pemimpin dunia yang hadir, "Kita menggali kuburan sendiri," dan bahwa dunia harus mengambil tindakan segera dalam konferensi iklim untuk mencegah bencana."

Tema sentral pertemuan kali ini adalah apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah di seluruh dunia agar perubahan iklim tidak membawa dampak yang sangat merusak bagi Bumi dan manusia.

Baca juga: COP26 Digelar, Pertemuan Pemimpin Dunia Bahas Krisis Iklim

Negara polutan terbesar termasuk Amerika Serikat, China, India, Australia, dan Brasil menjadi sorotan.

Tak kurang dari 25.000 orang hadir di Glasgow, termasuk perwakilan dari pemerintah lebih dari 190 negara, perwakilan dunia usaha, dan para pegiat lembaga swadaya masyarakat.

Perubahan iklim semakin meningkat dan telah berdampak di banyak tempat, menurut laporan Badan PBB antar-pemerintah, Intergovernmental Panel on Climate Change, IPCC.

Tahun 2021 ini saja menyebabkan ratusan orang meninggal karena banjir, gelombang panas, badai dan kebakaran semak dan hutan, kejadian yang menurut para ilmuwan menjadi lebih sering dan lebih parah karena perubahan iklim.

Ada banyak agenda yang dibahas, tetapi Inggris sebagai tuan rumah menginginkan:

  • Semua negara di dunia berkomitmen menerapkan emisi nol pada 2050, dengan pengurangan signifikan pada 2030
  • Janji untuk menghapus batu bara, kendaraan berbahan bakar minyak, dan janji melindungi hutan

Mengapa angka 1,5C menjadi sangat penting?

Dalam konteks ini, perhatian tertuju pada angka 1,5 derajat celsius.

Angka ini didapat dari Persetujuan Iklim Paris yang ditandatangani pada 2015. Perjanjian itu, yang juga dikenal sebagai Paris Accord, pada dasarnya adalah rencana kemanusiaan untuk menghindari bencana iklim.

Ilustrasi kekeringan. Kekeringan meteorologisfreepik Ilustrasi kekeringan. Kekeringan meteorologis
Kesepakatan ini menyatakan bila pemanasan global terus naik melampaui 1,5 derajat celsius di atas suhu yang pernah dialami di era praindustri, banyak perubahan di planet ini yang tidak dapat dihindari lagi.

Maka, rencana yang sudah dibuat harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, dan untuk itulah fungsinya COP.

Saat ini, upaya untuk mempertahankan suhu 1,5 C disebut sejumlah ilmuwan sudah sulit. Berdasarkan rencana yang ada saat ini, dunia akan melebihi suhu 1,5 C dalam beberapa puluh tahun dan mencapai 2,7 C-3 C pada akhir abad ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.