Kompas.com - 30/10/2021, 21:02 WIB
Ilustrasi badai matahari yang ekstrem disebut dapat memengaruhi jaringan internet di Bumi. Badai matahari atau ledakan Matahari ini, radiasi yang ditimbulkan bahkan dapat menyebabkan kiamat internet. SHUTTERSTOCK/Lia KoltyrinaIlustrasi badai matahari yang ekstrem disebut dapat memengaruhi jaringan internet di Bumi. Badai matahari atau ledakan Matahari ini, radiasi yang ditimbulkan bahkan dapat menyebabkan kiamat internet.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Badai Matahari adalah peristiwa peningkatan radiasi secara mendadak di Matahari. Peristiwa ini berupa ledakan dengan skala yang besar karena ukuran Matahari yang juga besar.

Peristiwa yang terjadi pada ledakan Matahari dapat berbeda-beda. Salah satu peristiwanya disebut sebagai flare.

Flare adalah ledakan di daerah aktif Matahari yang ditandai dengan peningkatan cahaya di bagian tertentu Matahari, seolah tiba-tiba langit menjadi lebih terang dengan sangat cepat.

Mengenai peristiwa badai Matahari, dilansir dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), berikut adalah fakta tentang badai Matahari:

1. Penyebab badai Matahari

Badai Matahari merupakan suatu fenomena pelepasan energi di atmosfer Matahari yang berkaitan dengan medan magnet itu sendiri.

Baca juga: Tidak Hanya Kiamat Internet, Ini 4 Dampak Badai Matahari Ekstrem

Penyebab badai Matahari adalah pergerakan plasma atau dinamika yang bergerak di dalam dan di permukaan Matahari.

2. Pengaruh badai Matahari pada kehidupan manusia

Dalam kaitannya dengan kehidupan manusia, badai Matahari yang cukup besar dan mengarah tepat ke Bumi dapat mengganggu kehidupan manusia.

Secara spesifik, badai Matahari dapat menyebabkan gangguan pada kondisi di atmosfer, khususnya ionosfer maupun geomagnet Bumi.

Gangguan ini terjadi dengan skala yang berbeda-beda. Bahkan, badai Matahari juga dapat mengganggu teknologi di luar angkasa.

Sangeetha Abdu Jyothi, ilmuwan asal University of California, mengatakan bahwa badai Matahari yang ekstrem bisa menyebabkan terjadinya “kiamat internet”.

Baca juga: Kapan Badai Matahari Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Pakar Astronomi

Kiamat internet” mengakibatkan sebagian besar populasi di Bumi akan sulit terkoneksi dengan internet selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

3. Badai Matahari tidak bisa dilihat dengan mata telanjang

Badai Matahari tidak dapat dipantau atau dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Untuk mengamatinya, dibutuhkan alat berupa teleskop.

Meski demikian, pemantauan melalui teleskop pun tidak bisa dilakukan secara terus-menerus karena Bumi terus berpuat yang akhirnya terjadi pergantian siang dan malam.

Oleh sebab itu, pemantauan badai Matahari dilakukan dengan mengirim satelit ke luar angkasa sehingga pemantauan tetap bisa dilakukan tanpa adanya pergantian siang dan malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.