Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/10/2021, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Upacara potong gigi adalah ritual agama Hindu di Bali. Upacara ini dilakukan pada anak yang mulai menginjak usia remaja atau dewasa. Upacara potong gigi disebut juga dengan nama Mepandes, Metatah, atau Mesangih.

Makna upacara potong gigi di Bali

Upacara potong gigi di Bali merupakan bagian dari Manusa Yadnya. Ini merupakan konsep siklus hidup dari bayi di dalam kandungan, lahir, hingga perkawinan. Manusa Yadnya merupakan filosofi untuk memanusiakan manusia.

Upacara potong gigi di Bali dilakukan bukan tanpa makna. Potong gigi ini bermakna menemukan hakikat manusia dan terlepas dari Sad Ripu.

Sad Ripu adalah enam jenis musuh manusia yang timbul akibat perbuatan yang tidak baik. Berikut enam jenis musuh tersebut:

  1. Kama: keinginan atau mengumbar nafsu
  2. Lobha: sifat serakah
  3. Krodha: marah dan dendam
  4. Mada: mabuk
  5. Moha: bingung dan angkuh
  6. Matsarya: dengki dan iri hati

Bila keenam musuh ini menguasai manusia, maka orang tersebut akan lebih banyak berbuat tidak baik dan tidak benar. Di dalam keyakinan Hindu, tiga dari enam musuh diyakini sebagai pintu neraka. Tiga musuh tersebut adalah Kama, Krodha, dan Lobha. Hal tersebut tertuang dalah Bhagavad gita.

Budaya potong gigi ini dilakukan sebagai doa dan ritual untuk membangkitkan kekuatan spiritual dalam melawan keenam musuh tersebut.

Baca juga: Apa Itu Scaling Gigi dan Root Planing?

Cara potong gigi

Potong gigi dalam budaya Metatah ini dilakukan dengan mengikir kedua gigi taring dan empat gigi seri rahang atas. Namun, proses ini harus dilakukan dengan hati-hati.

Proses potong gigi berisiko menyebabkan kerusakan gigi. Ketebalan email gigi adalah 2 milimeter. Oleh karena itu, bagian gigi yang dipotong tidak boleh lebih dari 2 milimeter.

Jika lebih dari itu, maka dentin akan terpapar dengan udara dan bisa menyebabkan gigi terasa ngilu, hingga kematian gigi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+