[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

Kompas.com - 27/10/2021, 07:31 WIB
Tangkapan layar berita populer Sains sepanjang Selasa (26/7/2021) hingga Rabu (27/7/2021) pagi. Mulai dari alasan BMKG minta masyarakat tetap mewaspadai gempa swarm Salatiga, sinyal misterius yang awalnya diduga dari alien, hingga fakta unik alis pria yang tumbuh lebat saat makin tua. Kompas.comTangkapan layar berita populer Sains sepanjang Selasa (26/7/2021) hingga Rabu (27/7/2021) pagi. Mulai dari alasan BMKG minta masyarakat tetap mewaspadai gempa swarm Salatiga, sinyal misterius yang awalnya diduga dari alien, hingga fakta unik alis pria yang tumbuh lebat saat makin tua.

KOMPAS.com - Meski aktivitas gempa swarm di Salatiga dan sekitarnya menurun, BMKG meminta masyarakap tetap mewaspadai aktivitas gempa yang sudah terjadi sekitar empat hari terakhir.

Ini adalah salah satu berita populer Sains Kompas.com edisi Selasa (26/10/2021).

Selain itu, tertangkapnya sinyal misterius yang diduga dari alien pada 2019 lalu, kini diketahui bahwa itu adalah sinyal radio buatan juga menjadi berita populer lainnya.

Misteri tubuh manusia alis pria lebih lebat saat bertambahnya usia hingga temuan dinosaurus herbivora pemalu juga banyak dibaca.

Berikut rangkuman berita populer Sains sepanjang Selasa (26/10/2021) hingga Rabu (27/10/2021).

Alasan BMKG minta masyarakat waspada gempa swarm Salatiga

Meskipun aktivitas gempa swarm di Salatiga dan sekitarnya semakin menurun, tetapi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta agar masyarakat tetap tenang, tetapi harus sigap mewaspadai aktivitas gempa swarm yang sudah sekitar empat hari terjadi itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil monitoring BMKG selama hari Senin 25 Oktober 2021 sampai tengah malam tadi pukul 24.00 WIB terjadi 3 kali gempa swarm di Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya.

Sehingga total aktivitas gempa swarm yang terjadi pascagempa magnitudo 3,0 pada Sabtu 23 Oktober 2021 sudah mencapai 36 kali gempa bumi.

Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono MSi mengatakan, jika ditinjau dari magnitudonya, aktivitas gempa swarm Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya didominasi oleh aktivitas gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 3,0 sebanyak 30 kali dengan magnitudo terkecil 2,1.

Sedangkan gempa dengan magnitudo di atas 3,0 terjadi sebanyak 6 kali dengan magnitudo terbesar 3,5.

Frekuensi aktivitas gempa swarm Salatiga yang terjadi memang mengalami penurunan aktivitas dari hari pertama yakni 24 kali, hari ke-2 sebanyak 9 kali, hari ke-3 sekitar 3 kali dan hingga hari ini Selasa siang 26 Oktober 2021 belum terjadi gempa.

Aktivitas sudah menurun, mengapa masyarakat masih harus tetap waspada?

Dalam persoalan ini, Daryono menegaskan, perlu diingat bahwa gempa swarm bisa terjadi dalam beberapa hari, beberapa minggu bahkan bulan.

Sehingga, seharusnya kewaspadaan masyarakat di daerah rentan dan area sekitar gempa-gempa swarm yang terjadi sebelumnya tidak boleh diabaikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.