Kompas.com - 22/10/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi kosmonot yang melakukan perjalanan luar angkasa pixabayIlustrasi kosmonot yang melakukan perjalanan luar angkasa

KOMPAS.com - Sebuah penelitian terbaru oleh University of Gothenburg menunjukkan tinggal di luar angkasa menimbulkan kerusakan otak. Penelitian itu melibatkan lima orang kosmonot Rusia yang menghabiskan waktu beberapa bulan di International Space Station (ISS).

Penelitian kerusakan otak akibat perjalanan luar angkasa

Selama bertahun-tahun, peneliti telah menemukan bahwa perjalanan luar angkasa memberikan dampak negatif terhadap tubuh. Dampak yang sebelumnya telah diketahui adalah melemahnya otot dan tulang, serta menurunnya kualitas penglihatan.

Penelitian terbaru meneliti dampak perjalanan luar angkasa terhadap kerusakan sel otak. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di JAMA Neurology.

Penelitian dilakukan dengan meneliti sampel darah dari kosmonot tersebut sebelum dan sesudah perjalanan luar angkasa dilakukan. Lima orang kosmonot tersebut menghabiskan 5,5 bulan di ISS yang mengorbit 400 kilometer di atas permukaan Bumi.

Sampel darah diteliti setelah kosmonot tiba satu hari, satu minggu, dan tiga minggu setelah pulang. Dari sampel tersebut, diperiksa sebanyak lima biomarker yang berkaitan dengan kerusakan otak.

Kelima biomarker tersebut adalah neurofilament light (NFL), glial fibrillary acidic protein (GFAP), total tau (T-tau), dan dua protein beta amiloid.

Hasilnya menunjukkan kosmonot mengalami peningkatan biomarker yang berkaitan dengan kerusakan sel otak. Peneliti masih membutuhkan lebih banyak data untuk melihat apakah biomarker tersebut juga membuat penurunan fungsi otak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, satu yang pasti, biomarker tersebut menunjukkan bahwa mereka mengalami penurunan kesehatan.

Baca juga: Teleskop Luar Angkasa Hubble Deteksi Uap Air di Satelit Jupiter

Penelitian lanjutan dampak kesehatan perjalanan luar angkasa

Henrik Zetterberg, peneliti dari University of Gothenburg, mengatakan bahwa penelitian mengenai kesehatan ini perlu dieksplorasi lebih lanjut. Hal ini dikarenakan akan lebih banyak perjalanan luar angkasa di masa depan.

Harapan Zetterberg, studi tersebut akan membantu memahami dampak kesehatan yang timbul dan bagaimana cara mencegahnya terjadi. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan penelitian ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.