Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 22/10/2021, 10:30 WIB

KOMPAS.com - Sebuah penelitian terbaru oleh University of Gothenburg menunjukkan tinggal di luar angkasa menimbulkan kerusakan otak. Penelitian itu melibatkan lima orang kosmonot Rusia yang menghabiskan waktu beberapa bulan di International Space Station (ISS).

Penelitian kerusakan otak akibat perjalanan luar angkasa

Selama bertahun-tahun, peneliti telah menemukan bahwa perjalanan luar angkasa memberikan dampak negatif terhadap tubuh. Dampak yang sebelumnya telah diketahui adalah melemahnya otot dan tulang, serta menurunnya kualitas penglihatan.

Penelitian terbaru meneliti dampak perjalanan luar angkasa terhadap kerusakan sel otak. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di JAMA Neurology.

Penelitian dilakukan dengan meneliti sampel darah dari kosmonot tersebut sebelum dan sesudah perjalanan luar angkasa dilakukan. Lima orang kosmonot tersebut menghabiskan 5,5 bulan di ISS yang mengorbit 400 kilometer di atas permukaan Bumi.

Sampel darah diteliti setelah kosmonot tiba satu hari, satu minggu, dan tiga minggu setelah pulang. Dari sampel tersebut, diperiksa sebanyak lima biomarker yang berkaitan dengan kerusakan otak.

Kelima biomarker tersebut adalah neurofilament light (NFL), glial fibrillary acidic protein (GFAP), total tau (T-tau), dan dua protein beta amiloid.

Hasilnya menunjukkan kosmonot mengalami peningkatan biomarker yang berkaitan dengan kerusakan sel otak. Peneliti masih membutuhkan lebih banyak data untuk melihat apakah biomarker tersebut juga membuat penurunan fungsi otak.

Namun, satu yang pasti, biomarker tersebut menunjukkan bahwa mereka mengalami penurunan kesehatan.

Baca juga: Teleskop Luar Angkasa Hubble Deteksi Uap Air di Satelit Jupiter

Penelitian lanjutan dampak kesehatan perjalanan luar angkasa

Henrik Zetterberg, peneliti dari University of Gothenburg, mengatakan bahwa penelitian mengenai kesehatan ini perlu dieksplorasi lebih lanjut. Hal ini dikarenakan akan lebih banyak perjalanan luar angkasa di masa depan.

Harapan Zetterberg, studi tersebut akan membantu memahami dampak kesehatan yang timbul dan bagaimana cara mencegahnya terjadi. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan penelitian ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Puasa Ramadan Sehat ala Ahli Diet

Tips Puasa Ramadan Sehat ala Ahli Diet

Kita
Apa Saja Gejala Paru-paru yang Tidak Sehat?

Apa Saja Gejala Paru-paru yang Tidak Sehat?

Kita
4 Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-pecah dengan Bahan Alami

4 Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-pecah dengan Bahan Alami

Oh Begitu
Apa Efek Makan Banyak Saat Berbuka Puasa?

Apa Efek Makan Banyak Saat Berbuka Puasa?

Oh Begitu
Apakah Bisa Bersin saat Tidur?

Apakah Bisa Bersin saat Tidur?

Oh Begitu
Seperti Apa Beton untuk Membangun Pemukiman di Mars?

Seperti Apa Beton untuk Membangun Pemukiman di Mars?

Oh Begitu
Seperti Apa Bukti Meteor yang Tabrak Bumi pada 3,48 Miliar Tahun Lalu?

Seperti Apa Bukti Meteor yang Tabrak Bumi pada 3,48 Miliar Tahun Lalu?

Fenomena
Apa Itu Fenomena Okultasi?

Apa Itu Fenomena Okultasi?

Fenomena
Apa yang Membentuk Batu Ginjal?

Apa yang Membentuk Batu Ginjal?

Oh Begitu
Apa Penyebab Keringat Dingin?

Apa Penyebab Keringat Dingin?

Kita
Hewan Apa yang Memiliki Gigitan Terkuat?

Hewan Apa yang Memiliki Gigitan Terkuat?

Oh Begitu
Apa Saja Buah yang Mengandung Banyak Air?

Apa Saja Buah yang Mengandung Banyak Air?

Oh Begitu
Apakah Ada Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta?

Apakah Ada Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta?

Fenomena
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Puasa?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Puasa?

Kita
Apa Saja Makanan yang Baik Dimakan Saat Sahur?

Apa Saja Makanan yang Baik Dimakan Saat Sahur?

Kita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+