Kompas.com - 20/10/2021, 12:00 WIB
Obat Covid-19 molnupiravir yang diproduksi perusahan farmasi Merck. Obat antivirus ini dilaporkan dapat menekan risiko masuk rumah sakit atau kematian karena Covid-19 hingga 50 persen. Obat ini pun sudah dilirik banyak negara, termasuk Indonesia. MERCKObat Covid-19 molnupiravir yang diproduksi perusahan farmasi Merck. Obat antivirus ini dilaporkan dapat menekan risiko masuk rumah sakit atau kematian karena Covid-19 hingga 50 persen. Obat ini pun sudah dilirik banyak negara, termasuk Indonesia.

KOMPAS.com - Program global yang membantu negara miskin mendapat vaksin, tes, dan pengobatan Covid-19 berencana mengamankan obat-obatan antivirus untuk pasien bergejala ringan.

Menurut draf dokumen yang dilihat Reuters, program yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini akan memberi obat antivirus tersebut dengan harga terendah 10 dollar AS atau sekitar Rp 140.770 per paket.

Dilansir dari Reuters, Rabu (20/10/2021), pil eksperimental molnupiravir buatan Merck & Co (MRK.N) kemungkinan besar menjadi salah satu obat yang akan dibeli WHO.

Dalam dokumen Access to Covid-19 Tools Accelerator (ACT-A) itu, dipaparkan bahwa hingga September 2022 program tersebut akan melakukan pengadaan obat-obatan untuk mengobati 120 juta pasien secara global.

Baca juga: Merck, Sharp & Dohme Ajukan Izin Darurat Obat Covid-19 Molnupiravir

Mereka memperkirakan, dalam 12 bulan ke depan akan ada 200 juta kasus Covid-19 baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, program tersebut juga akan mengirim sekitar 1 miliar alat tes Covid-19 ke negara-negara miskin.

Rencana tersebut menyoroti bagaimana WHO ingin menopang pasokan obat-obatan dan tes Covid-19 dengan harga relatif rendah setelah badan PBB itu "kalah" dalam perlombaan menyimpan vaksin Covid-19 dari negara-negara kaya.

Dengan obat-obatan ditopang oleh WHO, ada kesempatan bagi negara miskin untuk memperoleh obat-obatan itu dengan harga yang lebih rendah.

Di sisi lain, juru bicara ACT-A mengatakan bahwa dokumen tertanggal 13 Oktober 2021 itu masih dalam tahap konsultasi.

Oleh sebab itu, dia menolak mengomentari isinya sebelum difinalisasi.

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.