Kompas.com - 19/10/2021, 20:01 WIB
Ilustrasi kelahiran bintang pertama. Astronom temukan bintang pertama di alam semesta. Bintang AS0039 diketahui lebih miskin logam, ditemukan di galaksi kerdil yang mengorbit galaksi Bima Sakti. SHUTTERSTOCK/FlashMovieIlustrasi kelahiran bintang pertama. Astronom temukan bintang pertama di alam semesta. Bintang AS0039 diketahui lebih miskin logam, ditemukan di galaksi kerdil yang mengorbit galaksi Bima Sakti.


KOMPAS.com - Dalam sebuah studi baru, para astronom di University of Florence, Italia, mengklaim bahwa mereka menemukan bukti bintang pertama di alam semesta. Menariknya, bintang pertama ini diketahui lebih miskin logam.

Saat alam semesta ini masih muda, pada sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu, bintang-bintang pertama terbentuk dalam kegelapan.

Kendati para astronom mengaku belum menemukan salah satu dari bintang-bintang pertama, yang dikenal sebagai bintang Populasi III, akan tetapi mereka mengatakan bahwa sebuah bintang ditemukan di galaksi kerdil yang mengorbit Galaksi Bima Sakti.

Mereka berharap, temuan itu adalah petunjuk baru untuk menemukan bintang-bintang pertama di alam semesta ini.

Dilansir dari Science Alert, Selasa (19/10/2021), bintang yang ditemukan itu adalah AS0039 yang terletak di galaksi bulat kerdil, Sculptor berjarak 290.000 tahun cahaya.

Bintang tersebut memiliki komposisi kimia yang menunjukkan bahwa ia menggabungkan unsur-unsur dari bintang Pop III yang mengalami hipernova.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terungkap, Kapan Pertama Kali Bintang Bersinar di Alam Semesta

Berdasarkan analisis penelitian terkait bintang pertama di alam semesta yang dipimpin astronom Skúladóttir dari University of Florance, itu bukan hanya bintang dengan tingkat logam terendah yang pernah ditemukan di luar galaksi Bima Sakti.

Akan tetapi, bintang yang disebut bintang pertama di alam semesta itu, juga memiliki kelimpahan karbon terendah yang pernah terlihat pada bintang mana pun.

Jika dikonfirmasi, bintang AS0039 bisa menjadi kunci untuk membantu kita memahami bagaimana alam semesta 'menyalakan lampunya'.

"Kami berada di hadapan bintang sekunder dengan karakteristik kimia yang luar biasa," kata Skúladóttir.

Bintang ini rendah zat besi, bahkan kata Skúladóttir, bintang AS0039 tidak kaya karbon, tetapi juga memiliki jumlah magnesium yang sangat rendah dibandingkan dengan elemen lain yang lebih berat, seperti kalsium. Artinya, bintang tersebut miskin logam.

Kelahiran bintang pertama alam semesta

Kendati para astronom memiliki pemahaman yang cukup baik tentang bagaimana alam semesta berevolusi dari Big Bang ke keadaan gemilangnya saat ini, namun jangkauan ruang-waktu yang jauh sulit untuk diintip, termasuk bagaimana bintang pertama di alam semesta ini berada.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Kenapa Bintang Berkelap-kelip di Langit Malam?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.