Kompas.com - 19/10/2021, 18:31 WIB
Seorang wanita mengapung di Laut Mati ShutterstockSeorang wanita mengapung di Laut Mati

KOMPAS.comLaut Mati atau Laut Asin adalah danau luas yang terbentang di antara 3 negara. Bagian timur merupakan wilayah Yordania, bagian selatan merupakan wilayah Israel, dan bagian Utara adalah wilayah Palestina.

Semua air yang mengalir ke Laut Mati berasal dari Sungai Yordania. Laut Mati adalah permukaan air yang paling rendah di permukaan Bumi. Lokasinya berada 400 meter di bawah permukaan air laut.

Uniknya, orang yang berenang di Laut Mati tidak akan tenggelam dan hanya mengambang do permukaan. Kenapa di Laut Mati bisa mengapung?

Kenapa di Laut Mati bisa mengapung?

Dilansir dari situs resmi Dead Sea, terdapat penjelasan ilmiah mengapa manusia tidak akan tenggelam di Laut Mati.

Air di Laut Mati adalah air yang paling asin di seluruh Bumi. Konsentrasi garam di sana mencapai 34 persen. Konsentrasi ini menyebabkan air di Laut Mati memiliki densitas atau kepadatan lebih tinggi dibandingkan air biasa.

Tubuh manusia memiliki kepadatan yang lebih rendah dibandingkan kepadatan air di Laut Mati. Oleh karena itu, Anda akan mengambang di permukaan air Laut Mati.

Sebagai perbandingan, di air biasa, tubuh kita tidak mengambang sama sekali. Contohnya di air terjun dan kolam renang. Namun, di lautan, kita akan merasa sedikit mengambang karena lautan memiliki konsentrasi garam yang rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semakin tinggi konsentrasi garam suatu air, seperti di Laut Mati, maka akan membuat objek apapun mengambang. Namun, dengan syarat densitas objek tersebut lebih rendah dari densitas air Laut Mati.

Baca juga: Mengapa “Laut Mati” di China Ini Tiba-tiba Berwarna-warni?

Seperti apa rasanya mengapung di air Laut Mati?

Sesaat Anda memasukkan kaki Anda ke dalam air di sana, Anda akan merasa seolah-olah Anda di dorong ke atas. Semakin Anda mencoba untuk memasukkan badan Anda ke dalam air, badan Anda akan semakin terasa ringan seperti pelampung.

Namun, berhati-hati jika Anda ingin berenang di sana. Jangan berenang di Laut Mati jika Anda habis bercukur atau memiliki luka yang masih basah. Selain itu, jangan coba-coba mencelupkan kepala dan wajah Anda ke dalam airnya, ya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Dead Sea
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Oh Begitu
Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

Oh Begitu
Cara Melihat Komet Leonard Sepanjang Desember 2021 Ini

Cara Melihat Komet Leonard Sepanjang Desember 2021 Ini

Fenomena
Misteri Varian Omicron Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Dipecahkan

Misteri Varian Omicron Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Dipecahkan

Oh Begitu
Menurut Sains, Ini 5 Alasan Tidur yang Cukup Penting untuk Diet

Menurut Sains, Ini 5 Alasan Tidur yang Cukup Penting untuk Diet

Oh Begitu
Arti Kata Omicron, Alfabet Yunani yang Jadi Nama Varian Baru Covid-19

Arti Kata Omicron, Alfabet Yunani yang Jadi Nama Varian Baru Covid-19

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Akan Bergerak ke Utara dan Masih Berdampak ke Indonesia

Update Siklon Tropis Nyatoh, Akan Bergerak ke Utara dan Masih Berdampak ke Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Covid-19 Varian Omicron Menurut WHO

Cara Mencegah Covid-19 Varian Omicron Menurut WHO

Oh Begitu
Penularan Varian Omicron, WHO Berharap Lebih Banyak Informasi dalam Beberapa Hari

Penularan Varian Omicron, WHO Berharap Lebih Banyak Informasi dalam Beberapa Hari

Oh Begitu
Ini Dia Robot Hidup Pertama yang Diklaim Bisa Bereproduksi

Ini Dia Robot Hidup Pertama yang Diklaim Bisa Bereproduksi

Fenomena
Peneliti Temukan Fosil T-Rex yang Didiagnosis Terkena Infeksi Tulang

Peneliti Temukan Fosil T-Rex yang Didiagnosis Terkena Infeksi Tulang

Oh Begitu
WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru seperti Omicron Berkembang

WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru seperti Omicron Berkembang

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.