Kompas.com - 18/10/2021, 20:39 WIB
Kasturi, Mangga khas Kalimantan. dok. pribadiKasturi, Mangga khas Kalimantan.

KOMPAS.com - Mangifera casturi Kosterm atau mangga Kalimantan, adalah tanaman buah endogen di Kalimantan Selatan, Indonesia, yang diklasifikasikan dalam kelompok punah di alam liar menurut Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

M. casturi termasuk genus Mangifera dalam famili Anacardiaceae dan diklasifikasikan sebagai nenek moyang bersama spesies Mangifera di Indonesia.

Yang menarik, M. casturi ini berbuah kecil, dengan warna ungu, dan aroma yang khas; sehingga sebenarnya merupakan sumber daya genetik yang prospektif untuk perbaikan varietas mangga di masa depan.

Baca juga: 3 Manfaat Buah Mangga untuk Kesehatan, Nutrisinya Melimpah

Apalagi, M. casturi juga mengandung metabolit sekunder yang bermanfaat, seperti lupeol, sebagai agen antioksidan dan antikanker.

Di Kalimantan Selatan, M. casturi dikenal dengan berbagai nama lokal, seperti Kasturi, Cuban, Pelipisan, Pinari, dan Rawa-rawa.

Asal-usul keragaman genetik mangga kasturi

Dr. Deden Derajat Matra, S.P., M.Agr., peneliti dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor dan Kelompok Penelitian Ilmu Molekuler, Laboratorium Penelitian Lanjutan, Institut Pertanian Bogor mengatakan, dengan banyak istilah penyebuatan kasturi di masyarakat Kalimantan Selatan ditambah bentuknya yang juga berbeda, menimbulkan pertanyaan apakah kasturi-kasturi tersebut sama atau berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, informasi genetik Mangifera casturi Kosterm sangat terbatas.

Deden menyebutkan, sebelumnya dalam tulisan Warschefsky (2018), salah satu hasil penelitiannya menyatakan bahwa Mangifera casturi (kasturi) kemungkinan persilangan dari M. indica (mangga biasa) dan M. quadrifida (salah satu mangga kecil yang juga ada di Kalimantan).

Untuk mengonfirmasi asal tetua dan keragaman genetik hibrida M. casturi, tim peneliti mengumpulkan informasi genomik M. casturi menggunakan pengurutan generasi berikutnya, mengembangkan penanda mikrosatelit, dan melakukan pengurutan Sanger untuk analisis kode batang DNA.

“Saya dan tim menelitinya dengan menggunakan teknik molekuler yang akurat untuk menentukan silsilah kasturi-kasturi ini, yakni marka molekuler mikrosatelit dan Barkoding DNA kloroplast dan Inti genom,” ujar Deden yang merupakan pemimpin penelitian kepada Kompas.com.

Baca juga: Musim Mangga, Waspada Bahayanya bagi Diabetesi Jika Konsumsi Berlebihan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.