Kompas.com - 18/10/2021, 17:02 WIB
Ilustrasi kanker kepala dan leher. Kenali gejala dan faktor risiko kanker kepala dan leher untuk menghindari dampak buruknya. Kanker kepala dan leher merupakan penyakit mematikan di dunia, ada di peringkat ke-7. SHUTTERSTOCK/PormezzIlustrasi kanker kepala dan leher. Kenali gejala dan faktor risiko kanker kepala dan leher untuk menghindari dampak buruknya. Kanker kepala dan leher merupakan penyakit mematikan di dunia, ada di peringkat ke-7.

KOMPAS.com - Para ahli mengingatkan agar masyarakat mewaspadai kanker kepala dan leher yang merupakan penyebab kematian ketujuh di dunia.

Kanker kepala dan leher merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sejumlah tumor ganas yang berkembang di dalam atau di sekitar tenggorokan, laring (kotak suara), hidung, amandel, sinus, dan mulut. 

Berdasarkan data Globocan 2020, kejadian baru kanker kepala dan leher di dunia sebanyak 932.000. Jumlah tersebut merupakan penjumlahan dari kanker jenis kanker bibir dan rongga mulut, lidah, orofaring, hipofaring, laring (kotak suara), nasofaring dan kelenjar ludah.

Ini artinya, kanker kepala dan leher mengisi 5 persen dari seluruh kanker di dunia.

Baca juga: Skrining dan Deteksi Dini Kanker Payudara, Apa Bedanya?

Dalam hal kelangsungan hidup 5 tahun, data SEER (Surveilans, Epidemiologi dan Hasil Akhir) dari The American Cancer Society yang dikelola the National Cancer Institute (NCI), menunjukkan bahwa angka kelangsungan hidup pasien dengan penyakit ini cukup rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasien yang menderita kanker kepala dan leher stadium lanjut dengan metastatis memiliki kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 40,2 persen untuk bagian rongga mulut maupun faring, tetapi hanya 34 persen bagi mereka yang mengidap kanker kepala dan leher bagian laring.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, dr. Rismauli Doloksaribu, SpPD-KHOM, FINASIM mengatakan bahwa kondisi penyakit kanker kepala dan leher ini tidak bisa dianggap sepele.

Hal ini dikarenakan, selain merusak fisik berupa organ-organ tubuh dari dalam, kanker kepala dan leher juga berakibat fatal pada tubuh fisik yang terlihat dari luar.

Dijelaskan Risma, pada kanker kepala dan leher yang bersifat ganas, dampaknya dapat merubah bentuk wajah secara fisik baik oleh karena perkembangan kankernya sendiri maupun oleh karena akibat tindakan pengobatan, di mana pada pasien akan mendapatkan keluhan berupa gangguan menelan, makan, bahkan gangguan berbicara.

"Oleh sebab itu, masyarakat perlu mewaspadai penyebab kanker kepala dan leher agar terhindar dari penyakit yang mematikan ini," kata Risma dalam keterangan tertulis Yayasan Kanker Indonesia, Senin (18/10/2021).

Gejala kanker kepala dan leher

Risma mengatakan, sangatlah penting untuk lebih peka dalam mengetahui dan merasakan tanda, serta gejala kanker kepala dan leher sejak awal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.