Kompas.com - 18/10/2021, 14:02 WIB
Ilustrasi semut Charlie alias tomcat. Wikimedia CommonsIlustrasi semut Charlie alias tomcat.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Tomcat (Paederus littoralis) atau kumbang rove atau semut semai merupakan salah satu serangga yang dihindari.

Pasalnya, tomcat memiliki cairan yang akan dikeluarkan jika ia bersentuhan langsung dengan kulit manusia.

Tak hanya itu, tomcat juga dapat mengeluarkan cairan beracunnya pada baju, handuk, dan benda-benda lain.

Tomcat biasanya hidup di dekat saluran drainase dan aliran air. Selama hujan lebat atau banjir, tomcat akan bermigrasi ke daerah yang lebih kering.

Jika menemukan tomcat di dalam rumah, misal di kamar mandi, jangan menyentuhnya. Untuk menghindari sentuhan yang tidak disengaja, usir tomcat dengan menyiramnya atau menghalaunya dengan sapu.

Baca juga: Gejala dan Cara Mengatasi Gigitan Serangga Kasur

Gigitan tomcat

Dilansir dari NSW Health, sebenarnya, tomcat tidak menggigit dan tidak menyengat. Darahnya mengandung racun kuat yang disebut pederin yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika tomcat dihancurkan, racun dalam darahnya akan dilepaskan dan diserap oleh kulit. Kulit yang bersentuhan langsung dengan tomcat pun dapat mengalami konjungtivitis, dermatitis parah (ruam), dan iritasi kulit yang serius.

Gejala awal gigitan tomcat adalah kulit tampak kemerahan dan adanya sensasi terbakar. Gejala tersebut diikuti oleh iritasi dan gatal yang menyakitkan dengan pustula yang luas dan kulit melepuh selama empat hari.

Bahkan, area kulit yang terkena racun dari tomcat dapat teriritasi, melepuh, dan sakit selama 10 hari.

Cara mengatasi gigitan tomcat

Jika secara tidak sengaja menyentuh tomcat, segera cuci area kulit yang menyentuhnya dengan sabun dan air.

Baca juga: Cara Mengobati Gigitan Serangga yang Perlu Diketahui

Segera mencuci area yang terpapar akan menghilangkan banyak racun sebelum racun tersebut sempat meresap dan merusak kulit.

Selain mencuci dengan air dan sabun, menggunakan kompres dingin, antihistamin, dan mengoleskan lidah buaya juga dapat dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul.

Segera temui dokter untuk perawatan lebih lanjut jika gigitan tomcat memberikan reaksi kulit yang parah dan serius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.