Kompas.com - 17/10/2021, 10:05 WIB
Rahang anjing yang berusia 12.000 tahun 
(AFP/Proyecto Xulo)Rahang anjing yang berusia 12.000 tahun

KOMPAS.com - Temuan fosil rahang menjadi bukti bahwa anjing peliharaan sudah hidup di Amerika Tengah sejak 12.000 tahun yang lalu.

Anjing-anjing tersebut bersama tuannya menurut sebuah studi berpotensi hidup berdampingan dengan hewan raksasa.

Mengutip Science Alert, Sabtu (16/10/2021) dalam sebuah penggalian yang dimulai pada 1990-an peneliti menemukan berbagai macam sisa-sisa dari kuda raksasa, glyptodon (armadillo besar), mastodon (leluhur gajah modern), serta sepotong rahang yang awalnya dianggap sebagai tengkorak coyote.

Baca juga: Catatan Genetik Ungkap Anjing Sangat Berharga untuk Masyarakat Kuno

Tetapi temuan sepotong rahang itu rupanya membuat penasaran para peneliti.

"Kami pikir sangat aneh ada coyote di periode Pleistosen atau sekitar 12.000 tahun yang lalu karena mereka baru tiba di Kosta RIka pada abad ke-10," kata Guillermo Vargas, peneliti dalam studi ini kepada AFP.

Peneliti pun mulai berpikir jika tulang rahang itu mungkin berasal dari seekor anjing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kami mencari, memindainya dan menunjukkan bahwa itu adalah anjing yang hidup dengan manusia 12.000 tahun yang lalu di Kosta Rika," ungkap Vargas.

Coyote sendiri merupakan kerabat anjing domestik, meski memiliki rahang yang berbeda dan gigi yang lebih runcing. Sementara pada tulang rahang yang ditemukan, peneliti tak menemukan ciri tersebut.

Manusia diyakini telah beremigrasi ke Amerika melintasi Selat Bering dari Siberia ke Alaska selama zaman es besar terakhir. Dan kehadiran anjing merupakan tanda bahwa manusia juga tinggal di suatu tempat itu.

"Anjing peliharaan pertama memasuki benua itu sekitar 15.000 tahun yang lalu, produk dari orang Asia yang bermigrasi melintasi Selat Bering," kata Raul Valadez, ahli biologi dan arkeolog dari National Autonomous University of Mexico.

Baca juga: Ternyata Tidak Semua Anjing Bisa Berenang, Ini Faktanya

Lebih lanjut, temuan terbaru ini juga bisa menjadi bukti keberadaan anjing yang tertua di Amerika. Sejauh ini, sisa-sisa anjing tertua ditemukan di Alaska berusia 10.150 tahun.

"Penemuan anjing ini akan menjadi bukti pertama manusia di Kosta Rika selama periode yang jauh lebih awal dari yang diperkirakan saat ini. Selain itu juga menunjukkan bahwa ada masyarakat yang dapat memelihara anjing dan memiliki hewan itu karena keinganan," tambah Vargas.

Universitas Oxford juga telah menawarkan untuk melakukan tes DNA dan penanggalan karbon pada tulang rahang untuk menemukan lebih banyak informasi genetik tentang hewan dan usianya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.