Kompas.com - 16/10/2021, 19:28 WIB
Ilustrasi obat alergi freepikIlustrasi obat alergi

KOMPAS.comObat alergi banyak macamnya dan bisa dibedakan berdasarkan cara kerja dan bentuk sediaannya. Sebagian besar obat alergi bisa didapatkan di apotek tanpa resep.

Macam-macam obat alergi

1. Antihistamin

Salah satu obat yang berfungsi untuk menyembuhkan alergi adalah antihistamin. Antihistamin bekerja dengan cara memblok histamin. Histamin adalah zat kimiawi yang diproduksi oleh sistem imun tubuh ketika reaksi alergi. Obat ini adalah obat yang paling umum digunakan untuk mengobati alergi.

Umumnya obat ini menyebabkan kantuk. Oleh karena itu, berhati-hatilah ketika mengonsumsi obat-obatan ini jika Anda perlu melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, seperti menyetir dan bekerja.

Obat antihistamin tersedia dalam bentuk tablet, sirup, nasal spray, dan tetes mata. Contoh obat antihistamin adalah chlorpheniramine, cetirizine, dan loratadine.

Baca juga: Alergi pada Bayi, Pahami Gejala dan Cara Perawatannya

2. Dekongestan

Dekongestan adalah obat alergi yang bekerja dengan cara meredakan penyumbatan hidung dan sinus. Obat ini memiliki efek samping pusing, sulit tidur, sakit kepala, dan meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, penderita hipertensi harus berhati-hati meminum obat ini.

Obat dekongestan berbentuk tablet atau sirup biasanya berisi kombinasi dekongestan dan antihistamin. Contohnya cetirizine dengan pseudoepherine, dan loratadine dengan psedoephedrine.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, obat ini juga tersedia dalam bentuk nasal spray dan obat tetes hidung.

3. Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat yang bisa meredakan gejala radang yang disebabkan oleh inflamasi. Contohnya gejala alergi yang membuat wajah atau bibir membengkak, dan kesulitan bernapas karena saluran napas membengkak.

Obat kortikosteroid tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, yaitu tablet, sirup, nasal spray, inhaler, tetes mata, dan krim. Contoh kandungan kortikosteroid adalah betamethasone, hydrocortisone, triamcinolone, prednisolone, dan methylprednisolone.

4. Mast cell stabilizers

Mast cell stabilizers adalah obat alergi yang bekerja dengan cara menghalangi produksi histamin yang memicu reaksi alergi. Obat ini digunakan jika antihistamin sudah tidak mempan lagi. Kinerja obat ini lebih lambat dan baru terasa khasiatnya setelah beberapa hari.

Obat ini tersedia dalam sediaan nasal spray dan tetes mata. Contoh mast cell stabilizers adalah lodoxamide.

Itu dia obat alergi yang perlu Anda ketahui. Jika Anda memiliki riwayat alergi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter obat yang tepat untuk Anda dan selalu sediakan obat alergi di rumah, ya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.