Kompas.com - 16/10/2021, 13:28 WIB
Ilustrasi tenggelam freepikIlustrasi tenggelam

KOMPAS.com - Kasus tenggelam di sungai bukan pertama kalinya terjadi. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tenggelam adalah penyebab kematian akibat kecelakaan tertinggi kelima. Sebagian besar korban yang meninggal akibat tenggelam adalah anak-anak.

Penyebab kematian umumnya adalah paru-paru yang terisi air. Air yang memenuhi paru-paru akan menghambat kemampuan untuk bernafas. Paru-paru akan menjadi berat dan berhanti mengalirkan oksigen ke pembuluh darah. Tanpa suplai oksigen yang memadai, tubuh akan mati.

Berapa lama tenggelam dalam air bisa menyebabkan kematian?

Umumnya, orang bisa menahan napas selama 30 detik. Pada anak-anak kemampuan ini semakin pendek. Namun, orang yang terlatih bisa menahan napas hingga dua menit.

Kematian akibat tenggelam biasanya terjadi jika seseorang tenggelam selama 4 sampai 6 menit, tanpa resusitasi. Kejadian ini akan menyebabkan kerusakan otak dan kematian akibat tenggelam.

Baca juga: Siswa MTs Harapan Baru Ciamis Tenggelam saat Susur Sungai, Ini Penyebab Sungai Meluap

Fase tenggelam yang menyebabkan kematian

  1. Setelah beberapa detik air terhirup ke dalam paru-paru, orang yang tenggelam akan merasa antara fase hidup dan mati karena kesulitan untuk bernafas.
  2. Kemudian secara tidak sadar, orang akan menahan napasnya untuk mencegah lebih banyak air yang terhirup. Paling lama ini terjadi selama 2 menit saja, kemudian orang akan kehilangan kesadarannya.
  3. Setelah kehilangan kesadaran, napas akan berhenti dan jantung hanya berdetak dengan lemah. Orang dalam fase ini masih bisa diselamatkan jika segera dilakukan resusitasi.
  4. Jika orang yang tenggelam tidak menerima resusitasi, tubuh akna memasuki fase kejang hipoksia. Tubuh korban akan berubah menjadi biru keunguan dan akan menjadi kaki seperti orang kejang.
  5. Fase terakhir adalah hipoksia cerebral. Ini merupakan fase dimana otak, jantung, dan paru-paru berhenti bekerja. Ini adalah fase dimana seseorang dinyatakan telah meninggal.

Mencegah tenggelam

Perlu diketahui bahwa anak di bawah 14 tahun dan orang tua di atas 65 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk jatuh dan tenggelam. Bagi kelompok usia ini sebaiknya hindari aktivitas yang berisiko menyebabkan tenggelam.

Jika ingin melakukan kegiatan yang berdekatan dengan air yang banyak seperti sungai, danau, dan laut, pastikan ada orang dewasa yang mendampingi. Orang dewasa yang mendampingi pun harus memiliki kemampuan yang baik untuk mengatasi jika ada kasus gawat darurat sepeti tenggelam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anda juga bisa mengajari anak-anak untuk berenang agar ketika ia menjalani aktivitas yang berhubungan dengan air, ia bisa bertahan dengan baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.