Kompas.com - 16/10/2021, 12:32 WIB
Ilustrasi parasetamol. Shutterstock/Sonis PhotographyIlustrasi parasetamol.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Parasetamol (acetaminophen) adalah obat untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Ada banyak merek parasetamol yang tersedia di toko obat sehingga penting untuk membaca dengan cermat mengenai dosisnya karena mungkin berbeda antar produk.

Sama seperti obat-obatan lainnya, parasetamol tidak boleh dikonsumsi lebih dari dosis yang direkomendasikan.

Kegunaan parasetamol

Dilansir dari Drugs.com, kegunaan parasetamol adalah untuk mengobati berbagai kondisi, seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, dan demam.

Parasetamol dapat meredakan rasa sakit pada radang sendi, namun obat ini tidak berpengaruh terhadap peradangan dan pembengkakan sendi yang mendasarinya.

Baca juga: BPOM Temukan Kandungan Bahan Kimia Obat Berbahaya dalam Obat Tradisional, Ini Daftarnya

Efek samping parasetamol

Dilansir dari WebMD, banyak orang yang mengonsumsi parasetamol dan tidak mengalami efek samping yang serius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Reaksi efek samping yang serius terhadap parasetamol jarang terjadi, namun jika mengalami gejala reaksi alergi yang serius, seperti ruam, gatal, bengkak di wajah, lidah, atau tenggorokan, pusing yang parah, dan sulit bernapas, segera dapatkan bantuan medis.

Gejala-gejala tersebut bukanlah daftar lengkap kemungkinan efek samping parasetamol. Jika mengalami gejala lain yang tidak disebutkan, hubungi dokter untuk pemeriksaan.

Peringatan sebelum konsumsi parasetamol

Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi parasetamol untuk mengatasi batuk, pilek, nyeri, dan lain-lain.

Baca juga: Badan POM Temukan 54 Obat Tradisional dan 18 Kosmetik Berbahaya

Parasetamol terkandung dalam banyak obat. Jika mengonsumsi beberapa obat tertentu dalam waktu bersamaan, mungkin secara tidak sengaja mengonsumsi terlalu banyak parasetamol.

Baca label obat terlebih dahulu untuk melihat apakah obat tersebut mengandung parasetamol.

Saat mengonsumsi parasetamol, jangan mengonsumsi alkohol. Konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati saat mengonsumsi parasetamol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.