Kompas.com - 15/10/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi cuci tangan. SHUTTERSTOCKIlustrasi cuci tangan.

KOMPAS.com - Sekitar 170 tahun yang lalu, banyak orang mengira infeksi disebabkan oleh udara kotor dan tercemar.

Namun pada pertengahan abad ke-19, Ignaz Semmelweis, fisikawan dari Hungaria menemukan kalau infeksi dapat dicegah dengan cara mencuci tangan.

Dan di Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh hari ini, Jumat (15/10/2021) kita kembali diingatkan jika kebersihan tangan bisa membantu mencegah penularan penyakit.

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, cuci tangan memakai sabun merupakan cara termurah dan efektif menjadi tindakan pencegahan penyakit.

Baca juga: WHO dan UNICEF: 2,3 Miliar Orang Tak Punya Akses Cuci Tangan di Rumah

Direktur Kesehatan Lingkungan Vensya Sitohang menyebut selain Covid-19, cuci tangan dengan sabun dapat menurunkan penyakit diare hingga 30 persen dan ISPA sampai 20 persen.

Dua penyakit tersebut merupakan penyebab utama kematian anak Balita di Indonesia. Sementara di tingkat global, dikutip dari UN-Water, lebih dari 800 anak di bawah lima tahun setiap hari meninggal karena penyakit diare akibat kebersihan dan sanitasi yang buruk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk menghentikan penularan COVID-19 dan mencegah wabah di masa depan, semua orang di manapun harus melakukan praktik CTPS,'' kata Vensya.

Fakta ini pun menjadi bukti jika akses terhadap fasilitas kebersihan termasuk sanitasi dan air minum menjadi hak asasi manusia.

Sayangnya, belum semua orang punya akses terhadap fasilitas kebersihan yang layak. Data dari UNICEF tahun 2021 menunjukkan 1 dari 3 orang dari 2,3 miliar orang di seluruh dunia kekurangan fasilitas cuci tangan dasar di rumah.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru, Salah Satunya Rajin Cuci Tangan

Tak jauh berbeda, rumah di Indonesia pun mengalami hal yang serupa. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 di Indonesia 1 dari 4 orang tidak memiliki fasilitas cuci tangan di rumahnya.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa 25 persen dari populasi atau 64 juta orang Indonesia tidak memiliki akses cuci tangan.

Lebih lanjut, selain fasilitas cuci tangan di rumah, beberapa tempat pun juga harus memiliki fasilitas itu. Di antaranya adalah sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan tempat-tempat umum seperti mal, pasar tradisional, dan taman.

Tapi akses terhadap fasilitas cuci tangan tentunya harus dibarengi dengan perilaku cuci tangan yang benar, yaitu setiap orang harus mencuci tangan dengan sabun secara teratur, dilakukan pada waktu-waktu penting, dan mengikuti teknik mencuci tangan yang benar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.