Kompas.com - 15/10/2021, 12:02 WIB
Seorang ibu mencuci tangan dan tangan anaknya sebelum anaknya menjalani tes nafsu makan sebagai bagian dari program pengobatan CMAN di Pusat Kesehatan di Bauchi, Nigeria.  Riset UNICEF dan WHO menemukan 3 dari 10 orang atau sekitar 2,3 miliar orang di dunia tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun di rumah. UNICEF/UN0376829/EsieboSeorang ibu mencuci tangan dan tangan anaknya sebelum anaknya menjalani tes nafsu makan sebagai bagian dari program pengobatan CMAN di Pusat Kesehatan di Bauchi, Nigeria. Riset UNICEF dan WHO menemukan 3 dari 10 orang atau sekitar 2,3 miliar orang di dunia tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun di rumah.

KOMPAS.com - Hari ini, 15 Oktober, adalah hari cuci tangan sedunia. Meski kebiasaan mencuci tangan meningkat selama pandemi, tapi temuan WHO dan UNICEF menunjukkan 3 dari 10 orang atau sekitar 2,3 miliar orang di dunia tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun di rumah.

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, kebersihan tangan mendapat perhatian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seperti kita tahu, mencuci tangan adalah pilar utama dalam strategi pencegahan Covid-19 dan penyakit lainnya.

Meski hal ini baik, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa kebiasaan mencuci tangan tidak hanya dilakukan selama masa kritis. Artinya, aktivitas ini harus terus dilakukan jika nanti kita berhasil keluar dari pandemi.

Sebab bagaimanapun, mencuci tangan berkontribusi pada ketahanan kesehatan dan ekonomi suatu negara.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru, Salah Satunya Rajin Cuci Tangan

"Kebersihan tangan adalah investasi yang sangat hemat biaya, memberikan manfaat kesehatan yang besar dengan biaya yang relatif kecil," tulis WHO dalam laman resminya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski kebiasaan mencuci tangan meningkat, WHO mengatakan bahwa tingkat akses ke fasilitas kebersihan tangan tetap rendah.

Jika tingkat perhatian pada kebersihan tangan terus berlanjut, pada akhir era SDG di tahun 2030, 1,9 miliar orang di dunia diprediksi masih akan kekurangan fasilitas mencuci tangan di rumah.

3 dari 10 orang tidak memiliki fasilitas cuci tangan

Menurut laman resmi Dana Anak Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa (UNICEF), secara global 3 dari 10 orang, atau sekitar 2,3 miliar orang, tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun di rumah.

Situasi terburuk ada di negara-negara berkembang, yakni 6 dari 10 orang tidak memiliki akses ke kebersihan tangan dasar.

"Upaya respons global terhadap pandemi telah menciptakan kemajuan untuk kebersihan tangan. Namun, kemajuan ini masih terlalu lambat untuk komunitas yang paling rentan dan kurang terlayani," kata Direktur WASH UNICEF Kelly Ann Naylor.

Hand hygiene tidak bisa dipandang sebagai bekal sementara untuk menangani Covid-19. Investasi jangka panjang lebih lanjut dalam air, sanitasi, dan kebersihan dapat membantu mencegah datangnya krisis kesehatan berikutnya," sambung Kelly.

Halaman:


Sumber WHO,Unicef
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.