Kompas.com - 13/10/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi sinyal radio ASKAP J173608.2-321635 
Sebastian ZentilomoIlustrasi sinyal radio ASKAP J173608.2-321635

KOMPAS.com - Astronom mendeteksi sinyal radio yang tak biasa muncul dari arah pusat Bima Sakti.

Gelombang radio misterius tersebut tak cocok dengan pola sumber radio yang saat ini dipahami, sehingga membuat para ilmuwan bertanya-tanya apakah itu.

Temuan itu membuat peneliti berpendapat, jika gelombang radio yang disebut dengan ASKAP J173608.2-321635 ini bisa saja berasal dari objek astronomi kelas baru.

Baca juga: Galaksi Triangulum, Galaksi Terdekat Kedua dari Galaksi Bima Sakti

"Sinyal aneh ini memiliki polarisasi yang sangat tinggi. Ini berarti cahayanya berosilasi hanya dalam satu arah tetapi berputar seiring waktu," kata Ziteng Wang, penulis utama studi dan mahasiswa doktoral di School of Physics di University of Sydney.

Mengutip New Atlas, Rabu (13/10/2021) sinyal tersebut pertama kali terdeteksi dalam data sejak April 2019 yang dikumpulkan oleh survei Variables and Slow Transients (VAST) Australian Square Kilometer Array Pathfinder (ASKAP).

Teleskop besar ini memindai langit untuk mencari sumber gelombang radio yang datang dan pergi yang mungkin terkait dengan objek dan fenomena seperti pulsar, magnetar, supernova, semburan sinar gamma, dan suar bintang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi peneliti menyebut jika sumber gelombang tak ada yang cocok dengan salah satu dari objek tersebut.

"Yang makin membuat misteri, sumber sinyal radio hidup dan mati secara tak teratur. Kecerahan sumber juga dapat berubah secara dramatis, menurun dalam satu hari tetapi terkadang dapat bertahan selama beberapa minggu," jelas Wang.

Untuk memecahkan teka teki itu, peneliti pun menggunakan teleskop lain. Kali ini astronom menggunakan MeerKAT di Afrika Selatan dan melakukan pengamatan rutin setiap beberapa minggu yang dimulai pda 7 Februari 2021.

Sayangnya, peneliti tetap tak bisa mengidentifikasi sumber gelombang radio tersebut. Menurut mereka bisa saja sumber gelombang merupakan persilangan banyak jenis objek astronomi, tetapi tak cocok dengan satu profil objek astronomi mana pun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.