Kompas.com - 12/10/2021, 17:02 WIB
Video viral Baim Wong. Twitter/@eobongi_geprekVideo viral Baim Wong.


KOMPAS.com - Bener ning ora pener atau bahasa Indonesianya "benar, tetapi tidak tepat". Istilah dalam bahasa Jawa ini dipilih sosiolog Siti Zunariyah untuk menggambarkan situasi yang dialami Baim Wong.

Sejak Minggu (10/10/2021), video YouTube Baim Paula yang berjudul "Adiknya Kiano, Udah Pengen Cepet2 keluar..Mamah Pau Langsung ke Rumah Sakit" viral di sosial media.

Pasalnya, di dalam video tersebut terekam momen Baim menegur seorang kakek.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Baim sedang mengendarai sepeda motor bersama putranya, Kiano Tiger Wong. Dalam perjalanan pulang ke rumah orangtuanya, ternyata ada seorang kakek yang disadari Baim terus mengikutinya.

Baca juga: Keluarga Suspek Covid-19 Pukul Petugas hingga Pingsan, Ini Penjelasan Sosiolog

Setelah berhenti, suami Paula Verhoeven ini kemudian menghampiri kakek tersebut dan bertanya niatnya mengikuti dia.

Tak jelas alasan yang diucapkan kakek tersebut, tapi terdengar Baim kemudian menegur kakek yang mengendarai motor itu karena minta uang.

"Terus apa hubungannya ngejar-ngejar saya minta-minta uang?," tegur Baim

"Bantu saya, saya jualan ini," kata kakek itu kemudian.

Tak berhenti, Baim kembali menegur sikap kakek yang mengikutinya untuk menawarkan barang yang dijual.

"Ngikut-ngikutin saya sampai berapa kilo tadi, ngapain jangan (minta-minta), enggak ada," kata Baim sambil berjalan, pergi meninggalkan kakek tersebut.

"Tuh kayak dia tuh kerja," ucap Baim kemudian sambil memberikan uang pada ojek online yang sedang berhenti tak jauh dari Baim.

Baim kemudian membagi-bagikan uang pada ojek online dan juga pedagang warung di dekatnya.

"Tuh kasih uang karena kerja nih, tuh kasih uang kerja, kerja nih kasih duit, jangan ngemis," tutur Baim.

"Masak ngemis ngikutin, malu-maluin aja, ngejar-ngejar minta duit, jangan gitu engggak bagus, minta dikasihani mulu hidup, jangan," lanjut Baim.

Sikap Baim tersebut dinilai netizen berlebihan dan banyak yang kecewa kepadanya. Namun di sisi lain, ada yang memaklumi sikap Baim.

"Setidaknya hargainlah itu kan orang tua, dia pikir orang-orang akan setuju dan muji dia dengan tindakannya itu," tulis @echaaaax.

"Watak asli Baim keluar, dia baik karena konten bagi-bagi uang dapat uang," tulis @_djisamsoe_234.

"Kak Baim kayaknya bapak-bapak itu bukan mau ngemis, dia mau nawarin dagangannya yang ada di dalam tas. Coba dengerin dulu si bapaknya ngomong, dia kan orang tua," tulis @elnino284.

"Tapi jujur kalau aku di posisi itu juga bete banget rasanya," tulis @meowmei19.

Tanggapan sosiolog

Siti yang merupakan dosen sosiologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menilai, sikap Baim Wong ini mirip istilah dalam bahasa Jawa bener ning ora pener atau benar tetapi tidak tepat.

Ada dua hal yang dilihat Siti dari kasus Baim Wong ini.

"Kalau saya, sebagai yang belajar tindakan sosial, sebenarnya yang dilakukan oleh Baim Wong bisa dinilai dalam dua sudut pandang," kata Siti kepada Kompas.com, Selasa (12/10/2021).

Pertama, jika Baim Wong mengatasnamakan tindakannya sebagai sebuah pembelajaran kepada kakek agar bekerja dan tidak malas, Siti melihat, secara rasional hal tersebut masuk akal.

"Artinya, tujuannya baik," ungkap dia.

Namun persoalannya, kata Siti, kita hidup di lingkungan atau budaya yang tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Nah, tindakan yang diambil Baim untuk menyampaikan tujuan tersebut dinilainya tidak tepat. Inilah poin kedua yang dilihat Siti.

"Tidak cukup hanya tujuannya baik, tapi harus dilakukan dengan cara yang baik dan mempertimbangkan nilai-nilai yang ada, termasuk menghargai orang tua dan sebagainya," jelasnya.

"Benar bahwa menyadarkan atau memberi tahu orang kalau bekerja keras itu penting. Tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik," imbuhnya.

"Bener, ning ora pener, kalau orang Jawa bilang."

Menurut Siti, kasus Baim Wong ini menyadarkan kita bahwa ketika bertindak harus mempertimbangkan dua aspek tersebut. Tujuan yang rasional dan mempertimbangkan dimensi nilai.

Hal ini pun menurutnya bukan hanya berlaku untuk masalah-masalah sosial saja, tapi semua hal.

"Dalam hal ini, kalau menilai Baim Wong ya berarti dia harus mengevaluasi kembali (tindakannya)," kata Siti.

Pasalnya, tujuan yang awalnya ingin menjadi pembelajaran bagi netizen atau penonton YouTube Baim Wong, pada akhirnya justru tidak dapat tersampaikan.

Baca juga: Video Viral Remaja ABG Cegat Truk Tronton demi Konten, Ini Kata Psikolog

Dikhawatirkan sekadar konten

Karena Baim Wong belakangan ini cukup populer, terlebih dengan konten YouTubenya yang suka bersedekah, Siti mengkhawatirkan hal ini hanya untuk kepentingan pribadi yakni semakin melambungkan namanya.

"Jadi kemungkinan itu by setting untuk semakin melariskan popularitasnya. Saya kok khawatirnya ke sana," kata Siti.

"Namun sekali lagi, ini hanya kekhawatiran saya. Bisa jadi juga memang natural seperti itu, karena kita hanya melihat sepotong tidak tahu behind the scenenya seperti apa, yang kita nilai dari yang dilihat saja."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.