Kompas.com - 12/10/2021, 16:30 WIB

KOMPAS.com - Penyakit kardiovaskular atau jantung merupakan penyebab nomor satu kematian di dunia. Pada 2019, WHO mencatat adanya 17,9 juta orang yang emninggal dunia karena penyakit jantung dengan 85 persen di antaranya disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Radityo Prakoso, Sp. JP(K), FAPSIC, FASCC, Ketua Terpilih Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam acara "Pola Makan Rendah Lemak Untuk Jantung Lebih Sehat Bersama Philips" yang diadakan Kamis (7/10/2021).

Dokter Radityo berkata bahwa faktor risiko penyakit jantung bisa dibedakan menjadi dua kategori, yakni yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi.

Baca juga: Durasi Waktu Tidur Penting untuk Hindari Risiko Penyakit Jantung, Ini Saran Dokter

Faktor yang tidak dapat dimodifikasi antara lain:

1. Riwayat keluarga

Apakah ada anggota keluarga yang terkena penyakit jantung? Bila ya, maka risiko Anda terkena penyakit serupa juga semakin besar.

2. Usia

Semakin tua seseorang maka semakin besar risikonya terkena penyakit jantung.

3. Jenis kelamin

Hampir 50 persen kasus penyakit jantung iskemik dialami pria, sedangkan kurang dari 40 persen dialami wanita.

Baca juga: Hindari Risiko Penyakit Jantung, Ini Jadwal dan Saran Asupan Makanan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.