Kompas.com - 09/10/2021, 19:02 WIB


KOMPAS.com - Penyakit jantung mengintai setiap orang, terlebih lagi Anda yang tidak bisa mengatur pola hidup dengan baik, termasuk pola tidur. Durasi waktu tidur juga penting untuk dapat terhindar dari risiko penyakit jantung.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Fachmi Ahmad M Sp.JP dalam webinar edukasi Primaya Hospital bertajuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah, Rabu (29/9/2021).

Setiap orang diwajibkan untuk tidak kurang beraktivitas, tetapi juga tidak boleh berlebihan hingga mengabaikan waktu istirahat.

Dr Fachmi menjelaskan, istirahat dari segala aktivitas fisik yang melelahkan juga tetap harus dilakukan dan tidak boleh diabaikan.

Sebab, kekurangan waktu beristirahat juga akan memicu tubuh mengalami kelelahan dan menyebabkan sakit.

Baca juga: Pola Tidur Sehat Turunkan Risiko Gagal Jantung, Ini Penjelasan Sains

 

Tubuh perlu beristirahat dengan durasi waktu tidur yang cukup untuk memulihkan semua organ, termasuk jantung, agar dapat kembali bekerja secara normal.

"Kurang istirahat juga bisa memicu stres yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung," kata dr Fachmi dalam webinar edukasi Primaya Hospital.

Bahkan, banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa kurang tidur dan pola tidur yang terganggu memiliki dampak serius terhadap kesehatan dalam jangka panjang, termasuk penyakit jantung.

Dr Fachmi menegaskan bahwa kita tidak boleh menganggap sepele pola tidur yang tidak baik, karena risiko besar berpengaruh terhadap kesehatan jantung sangat mungkin terjadi.

Baca juga: Peneliti Ungkap Alasan Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Manfaat kayu manis mungkin termasuk menurunkan sejumlah faktor risiko penyakit jantung, termasuk kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah.SHUTTERSTOCK Manfaat kayu manis mungkin termasuk menurunkan sejumlah faktor risiko penyakit jantung, termasuk kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah.

Lantas, kapan dan berapa jam waktu tidur terbaik untuk menghindari risiko penyakit jantung?

Tidur memberi kesempatan tubuh untuk memulihkan diri agar bisa berfungsi normal saat siang hari. 

Saat tidur, detak jantung menjadi pelan dan tekanan darah turun sehingga tekanan pada jantung berkurang. 

Bila tidur larut malam dan kurang tidur, beban kerja jantung terus bertambah dan bisa mengakibatkan kerusakan.

Baca juga: Ketahui 8 Manfaat Tidur Telentang yang Baik untuk Kesehatan

 

"Dalam sehari, setidaknya seseorang harus tidur 7 jam untuk mengurangi risiko penyakit kronis, termasuk masalah jantung," tegasnya.

Jika merasa tidak mungkin untuk melakukan tidur cukup 7 jam sehari dalam sekali tidur malam, Fachmi berkata, Anda bisa melakukannya dengan bertahap atau sistem mencicil hingga cukup total tidur sehari 7 jam tersebut.

"Total jam tidur tersebut bisa dicicil dalam sehari. Misalnya siang tidur 2 jam, malam 5 jam. Tidurlah sesuai dengan kebutuhan. Tidak ada rumus pasti untuk waktu tidur," ujarnya.

Ia juga merekomendasikan agar seseorang harus bisa tidur dalam 15 menit setelah merebahkan diri, lalu bangun tanpa alarm pada pagi harinya dengan segar.

Baca juga: Mengapa Tidur Malam Sangat Penting untuk Keseimbangan Hormon?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.