Kompas.com - 07/10/2021, 18:03 WIB


KOMPAS.com - Para ilmuwan di Jepang mengidentifikasi penyakit menular baru yang muncul diakibatkan oleh infeksi nairovirus, yang disebut virus Yezo.

Sebelumnya infeksi virus ini tidak diketahui, ternyata dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit.

Apa itu virus Yezo?

Infeksi virus baru ini ditularkan melalui gigitan kutu, yang menyebabkan penyakit. Gejala virus Yezo dari kutu ini ditandai dengan demam dan penurunan trombosit darah serta leukosit.

Dilansir dari News Medical, Kamis (7/10/2021), penemuan virus Yezo ini telah diidentifikasi para peneliti di Hokkaido University dan hasil studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

Ahli virologi di Hokkaido University's International Institute for Zoonosis Control, Keita Matsuno mengatakan setidaknya ada tujuh orang yang telah terinfeksi virus baru ini di Jepang sejak tahun 2014.

"Sejauh ini tidak ada kematian yang dikonfirmasi," kata Matsuno.

Baca juga: Virus Corona Infeksi 61 Orang di Kapal Pesiar di Lepas Pantai Jepang

 

 

Virus Yezo pertama kali ditemukan setelah seorang pria berusia 41 tahun dirawat di rumah sakit Jepang pada tahun 2019.

Ia mengalami demam dan sakit pada kaki bekas gigitan serangga jenis arthropoda yang diyakini sebagai kutu saat diaberjalan di hutan lokal di Hokkaido.

Selanjutnya, pria tersebut dirawat dan dipulangkan setelah dua minggu, tetapi tes menunjukkan dia tidak terinfeksi virus yang diketahui dibawa oleh kutu di wilayah itu.

Selanjutnya, pasien kedua juga datang dengan gejala yang sama setelah gigitan kutu pada tahun selanjutnya.

Berdasarkan analisis genetik virus yang diisolasi dari sampel darah kedua pasien menemukan jenis orthonairovirus baru, kelasnairovirus, yang mencakup patogen seperti virus demam berdarah Krimea-Kongo.

Dari analisis tersebut, para ilmuwan kemudian menamakannya sebagai virus Yezo, yang diambil dari nama dalam sejarah Jepang untuk Hokkaido, sebuah pulau besar di utara negara tempat virus itu ditemukan pertama kali.

Baca juga: Jepang Umumkan Varian Baru Virus Corona, Beda dengan Mutasi Inggris

Ilustrasi virus corona menyerang manusia sejak 21.000 tahun lalu.SHUTTERSTOCK/Lightspring Ilustrasi virus corona menyerang manusia sejak 21.000 tahun lalu.

Melacak asal virus Yezo

Virus baru ditemukan paling dekat hubungannya dengan virus Sulina dan virus Tamdy, masing-masing terdeteksi di Rumania dan Uzbekistan, yang terakhir dilaporkan menyebabkan demam akut pada manusia baru-baru ini di China.

Selanjutnya, para ilmuwan memeriksa sampel darah yang dikumpulkan dari pasien rumah sakit yang menunjukkan gejala virus Yezo yang serupa, setelah gigitan kutu sejak 2014.

Peneliti pun menemukan ada lima sampel positif dari data sampel darah yang dianalisis tersebut.

Pasien-pasien ini, termasuk dua yang pertama, mengalami demam dan penurunan trombosit darah dan leukosit, dan menunjukkan indikator fungsi hati yang abnormal.

Untuk menentukan atau melacak kemungkinan asal virus, tim peneliti menyaring sampel yang dikumpulkan dari hewan liar di Hokkaido antara tahun 2010 hingga 2020.

Baca juga: Virus Corona Mengubah Fungsi Sel Pankreas, Studi Temukan

 

Mereka kemudian menemukan antibodi untuk virus Yezo pada rusa shika dan rakun Hokkaido, bahkan peneliti juga menemukan RNA virus pada tiga spesies kutu utama di Hokkaido.

"Virus Yezo tampaknya telah menyebar di Hokkaido, dan kemungkinan besar virus tersebut menyebabkan penyakit ketika ditularkan ke manusia dari hewan melalui kutu," kata Matsuno.

Hal ini serupa dengan kondisi yang terjadi pada pandemi Covid-19, hewan membawa banyak virus yang tidak diketahui dan beberapa di antaranya dapat menginfeksi manusia.

"Semua kasus infeksi virus Yezo yang kita ketahui sejauh ini tidak menyebabkan kematian, tetapi kemungkinan besar penyakit itu ditemukan di luar Hokkaido, sehingga kita perlu segera menyelidiki penyebarannya," ungkap Matsuno.

Saat ini, para peneliti berencana untuk melacak kemungkinan distribusi virus baru secara nasional pada hewan liar dan pasien.

Mereka mengatakan bahwa lebih banyak rumah sakit perlu untuk menguji virus pada pasien yang mengeluhkan gejala virus Yezo.

Baca juga: Kehidupan Virus Laut Utara, Peneliti Temukan Spesies Virus Baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.