Kompas.com - 05/10/2021, 09:02 WIB
Salah satu peti mati berisi mumi yang ditemukan situs pemakaman Saqqara live scienceSalah satu peti mati berisi mumi yang ditemukan situs pemakaman Saqqara

KOMPAS.com - Beberapa bulan setelah penemuan makam Firaun Tutankhamun pada tahun 1922, orang yang mendanai penggalian tersebut - George Herbert, Earl of Carnarvon kelima di Inggris - jatuh sakit dan meninggal.

Tak butuh waktu lama, beredar rumor tentang kutukan mumi yang bisa menghilangkan nyawa seseorang.

Kematian Herbert bahkan dijadikan headline di berbagai surat kabar pada masa itu. Salah satu beritanya memberitakan judul 'Kutukan Firaun 3.000 tahun Terlihat dalam Penyakit Carnarvons'. Berita itu dimuat di The Courier Journal edisi 21 Maret 1923.

Tapi benarkan kutukan mumi itu ada?

Baca juga: Ahli Rekonstruksi Wajah 3 Mumi Mesir, Ini Hasilnya

Mengutip Live Science, Senin (4/10/2021) topik soal kutukan mumi ini masih menjadi perdebatan.

Namun para ilmuwan sebenarnya telah mempelajari hal tersebut secara serius dan beberapa makalah mengenai topik itu telah diterbitkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya saja, patogen tertentu yang berumur panjang mungkin saja bisa menjadi penyebab 'kutukan' itu. Ilmuwan pun mengunakan pemodelan matematika untuk menentukan berapa lama patogen dapat bertahan hidup di dalam makam.

"Memang, kematian misterius Lord Carnarvon setelah memasuki makam firaun Mesir Tutankhamun berpotensi dijelaskan oleh infeksi patogen yang sangat mematikan dan berumur sangat panjang," tulis Sylvain Gandon dalam artikel di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences tahun 1998.

Namun, publikasi yang lebih baru muncul untuk membantah kemungkinan ini.

Tim peneliti dalam makalah yang diterbitkan pada 2013 di jurnal International Biodeterioration & Biodegradation menemukan organisme yang menciptakan bintik-bintik coklat di makam Tutankhamun tersebut tidak aktif.

Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Mark Nelson, seorang profesor epidemiologi dan pengobatan pencegahan di Universitas Monash di Australia, tidak menemukan bukti bahwa mereka yang masuk ke dalam makam kemudian segera meninggal.

Studinya menemukan catatan 25 orang yang masuk ke makam rata-rata hidup sampai usia 70 tahun.

"Tak ada bukti yang mendukung keberadaan kutukan mumi," tulis Nelson dalam makalah tahun 2002 yang diterbitkan di British Medical Journal.

Asal usul kutukan

Gagasan tentang kutukan mumi itu sebenarnya sudah ada sebelum penemuan makam Tutankhamun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Varian Baru Omricon, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omricon, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.