Kompas.com - 30/09/2021, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Berdasarkan pengaruh suhu pada lingkungan, binatang dibagi menjadi dua macam, yaitu homoiterm dan poikiloterm.

Pengertian homoiterm dan poikiloterm

Homoiterm

Homoiterm adalah hewan yang mampu mempertahankan suhu tubuhnya terhadap lingkungan. Pada lingkungan yang bersuhu tinggi, tubuh hewan homoiterm akan menurun. Sebaliknya, pada lingkungan bersuhu rendah, tubuh akan menaikkan suhunya.

Mekanisme ini disebabkan kemampuan tubuh hewan homoiterm untuk meregulasi metabolisme berdasarkan suhu. Kemampuan ini disebut juga dengan termoregulasi.

Homoiterm disebut juga dengan hewan berdarah panas. Contoh hewan yang termasuk homoiterm adalah burung, unggas, dan mamalia.

Baca juga: Cangkang Telur Ungkap Dinosaurus Ternyata Berdarah Panas, Kok Bisa?

Poikiloterm

Poikiloterm adalah hewan yang suhu tubuhnya berfluktuasi mengikuti lingkungannya. Ketika lingkungan bersuhu tinggi, maka suhu tubuhnya akan ikut tinggi. Sebaliknya, jika suhu lingkungan rendah, maka suhu tubuhnya akan ikut turun.

Poikilotem disebut juga dengan hewan berdarah dingin. Contoh hewan yang termasuk hewan poikiloterm adalah reptil, ikan, hewan amfibi, serangga, dan hewan-hewan invertebrata.

Karena suhu tubuh yang tidak menentu, hewan-hewan poikiloterm tidak bisa bertahan pada suhu yang ekstrem. Contohnya, pada lingkungan dengan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Untuk bertahan hidup pada suhu yang ekstrem, beberapa hewan harus melakukan beberapa hal secara fisik. Misalnya, buaya yang banyak diam di dalam air ketika musim panas agar tidak kepanasan.

Perbedaan hewan homoiterm dan poikiloterm

Perbedaan Homoiterm Poikiloterm
Pengertian Hewan yang mampu mempertahankan suhu tubuh secara konstan tanpa terpengaruh suhu lingkungan Hewan yang tidak mampu mempertahankan suhu tubuhnya. Suhu tubuhnya akan mengikuti suhu tubuh lingkungan
Suhu tubuh Stabil di 35 sampai 40 derajat Celcius Berubah-ubah sesuai suhu lingkungan
Tingkat metabolisme Tidak berpengaruh terhadap suhu lingkungan Sangat terpengaruh terhadap suhu lingkungan
Fase hidup Tidak ada fase tertentu, karena tubuhnya mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan suhu Terdapat dua fase untuk menghadapi suhu ekstrem. Pertama adalah hibernasi untuk bertahan pada musim dingin. Kedua adalah estivasi untuk bertahan pada musim panas
Mekanisme regulasi panas Memiliki berbagai mekanisme regulasi panas dalam tubuh, seperti berkeringat, napas terengah-engah, dan migrasi Bergantung pada kegiatan tertentu, seperti mengubah warna kulit dan berjemur

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.