Kompas.com - 30/09/2021, 08:00 WIB
Tangkapan layar Populer Sains sepanjang Rabu (29/9/2021) hingga Kamis (30/9/2021). 5 Gejala Post Covid Syndrome yang paling dirasakan hingga manusia purba ternyata pernah besarkan burung paling berbahaya di dunia. Kompas.comTangkapan layar Populer Sains sepanjang Rabu (29/9/2021) hingga Kamis (30/9/2021). 5 Gejala Post Covid Syndrome yang paling dirasakan hingga manusia purba ternyata pernah besarkan burung paling berbahaya di dunia.

KOMPAS.com - Di masa lalu, tepatnya 18.000 tahun lalu, manusia purba ternyata pernah membesarkan burung paling berbahaya di dunia, yakni burung kasuari di Papua Nugini.

Ini adalah salah satu berita terpopuler Kompas.com sepanjang Rabu (29/9/2021).

5 Gejala Post Covid Syndrome juga menjadi berita yang banyak dibaca lainnya. Post covid syndrome merupakan kondisi fisik atau gejala yang dirasakan setelah dinyatakan sembuh atau negatif dari Covid-19.

Kemudian masih adanya informasi keliru soal varian baru yang disebut bisa membuat penderitanya meninggal dan tidak terdeteksi tes swab/PCR juga masih ada di masyarakat. Klarifikasinya menjadi berita populer lainnya.

Tak ketinggalan, kabar tentang NASA yang akan menghentikan sebagian besar misi eksplorasi di Mars.

Berikut rangkuman singkat berita populer Sains sepanjang Rabu (29/9/2021) hingga Kamis (30/9/2021) pagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manusia purba pernah besarkan burung paling berbahaya di dunia

Sebuah studi menunjukkan bahwa 18.000 tahun yang lalu manusia membesarkan kasuari, spesies burung paling berbahaya di dunia.

Hal tersebut terungkap setelah peneliti melakukan studi menggunakan kulit telur yang ditemukan di Papua Nugini untuk menentukan tahap perkembangan atau anak burung purba ketika telur retak.

Peneliti menemukan bahwa orang-orang di wilayah tersebut ternyata mengumpulkan telur kasuari yang hampir menetas dan membesarkan burung hingga dewasa.

"Perilaku yang kita temukan ini terjadi ribuan tahun sebelum domestikasi ayam. Dan ini bukan unggas kecil melainkan burung besar, kasar, tak bisa terbang tetapi bisa membunuh Anda," kata Kristina Douglass, peneliti dari Pennsylvania State University seperti dikutip dari Phys, Selasa (28/9/2021).

Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences ini pun menurut peneliti mewakili indikasi paling awal dari manajemen manusia dalam pembiakan unggas sebelum domestikasi ayam dan angsa.

Selengkapnya baca di sini:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.