Kompas.com - 27/09/2021, 16:33 WIB
Ilustrasi panggung konser musik kosong. SHUTTERSTOCK/BENOIT DAOUSTIlustrasi panggung konser musik kosong.

KOMPAS.com - Berkaitan dengan izin penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti konser hingga resepsi pernikahan asal taat protokol kesehatan (prokes), Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta seluruh wilayah di Indonesia untuk bersabar, setidaknya selama satu bulan.

Kendati secara nasional Indonesia sudah bebas dari zona merah, tapi mobilitas dan kegiatan yang menimbulkan kerumuann pasti akan meningkatkan kasus Covid-19 lagi.

"Kalau bicara level nasional, memang Indonesia sudah membaik secara umum. Tapi kalau berbicara di level provinsi, apalagi bicara kabupaten/kota, mayoritas kondisinya belum membaik," kata Dicky kepada Kompas.com, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Indonesia Bebas Zona Merah, Epidemiolog: Jangan Lengah, Awas Lonjakan Kasus karena Mobilitas

Ketika festival konser atau kegiatan berskala besar dibuka, pasti akan ada banyak orang dari luar daerah yang berkunjung.

Belajar dari kasus-kasus sebelumnya, bahkan adanya klaster sekolah, ini menunjukkan bahwa Covid-19 masih ada dan virus corona masih terus menular.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, dia meminta agar semua wilayah di Indonesia untuk bersabar menyelenggarakan kegiatan yang mengundang banyak orang.

"Setidaknya sampai Oktober nanti, kita (Indonesia) di level yang sama. Dan perkuat 3T (testing, tracing, dan treatment) kita. 3T kita itu enggak kuat," tegasnya.

Bagaimanapun, 3T yang harus dijalankan oleh pemerintah merupakan pondasi untuk mengetahui angka positivity rate yang pasti.

Karena 3T kita masih lemah dan sudah ada rencana untuk melonggarkan kegiatan berskala besar, Dicky menilai, hal ini akan memengaruhi keluarnya Indonesia dari pandemi Covid-19 menjadi lebih mundur lagi.

Hal ini bukan hanya merugikan sebagian kecil orang, tapi semua orang dalam segala aspek.

Dicky mengakui, kondisi di Indonesia saat ini sudah lebih baik dibanding sebelumnya. Namun dengan adanya klaster sekolah yang baru muncul, itu sudah menunjukkan bahwa ada masalah serius di masyarakat.

"Nah oleh karena itu, pelonggaran-pelonggaran itu harus bertahap. Kalau menurut saya, kegiatan yang berskala besar terutama di daerah yang belum kuat 3T-nya, sebaiknya ditunda dulu," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.