Kompas.com - 23/09/2021, 18:00 WIB
Pembawa acara Tukul Arwana saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISIPembawa acara Tukul Arwana saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020).


KOMPAS.com - Komedian Tukul Riyanto atau yang lebih populer dikenal sebagai Tukul Arwana tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit, karena diduga mengalami pendarahan otak.

Pendarahan otak adalah jenis stroke, yang disebabkan karena arteri di otak pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya, seperti dilansir dari WebMD, Kamis (23/9/2021).

Ega Prayudi mengatakan Tukul Arwana masuk rumah sakit dan hingga saat ini, ayahnya masih dalam perawatan dokter.

Kondisi pendarahan otak yang diduga dialami oleh Tukul Arwana ini disebut juga sebagai pendarahan intrakranial, atau pendarahan intraserebral.

Bahkan, pendarahan otak disebut menyumbang sekitar 13 persen dari penyebab stroke.

Saat pendarahan otak ini terjadi, karena adanya trauma yang kemudian mengiritasi jaringan otak yang selanjutnya mengakibatkan pembengkakan yang dikenal sebagai edema serebal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tukul Arwana Pendarahan Otak, Apa Penyebab dan Gejala yang Harus Diwaspadai?

 

Dalam kondisi pendarahan di otak yang mungkin dialami oleh Tukul Arwana, darah mengumpul kemudian menjadi hematoma, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya.

Akibatnya, kondisi tersebut dapat mengurangi aliran darah yang vital dan membunuh sel-sel otak.

Namun, apakah pendarahan otak seperti yang mungkin dialami komedian Tukul Arwana ini dapat diobati, dan bagaimana perawatannya?

Saat muncul gejala yang diduga akibat pendarahan otak, maka dokter akan menentukan bagian otak mana yang terpengaruh berdasarkan gejala yang dialami.

Seperti dilansir dari WebMD, dokter akan menjalankan berbagai tes pencitraan, seperti CT scan, yang dapat mengungkapkan pendarahan internal atau akumulasi darah, atau melalui MRI.

Selain itu, dapat juga dilakukan pemeriksaan mata, dapat menunjukkan pembengkakan saraf optik. Pungsi lumbal (spinal tap) biasanya tidak dilakukan, karena dapat berbahaya dan memperburuk keadaan.

Perawatan untuk pendarahan di otak, seperti kondisi yang dilaporkan pada Tukul Arwana, tergantung pada lokasi pendarahan otak terjadi, penyebab dan luasnya pendarahan.

Baca juga: Gejala Penggumpalan Darah, Bisa Terjadi di Ginjal hingga Otak

Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.