Kompas.com - 23/09/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi buah durian. Ilmuwan di Singapura mengubah limbah kulit durian menjadi perban antibakteri. SHUTTERSTOCK/TorjrtrxIlustrasi buah durian. Ilmuwan di Singapura mengubah limbah kulit durian menjadi perban antibakteri.

KOMPAS.com - Kulit durian yang tajam ternyata bisa dimanfaatkan untuk merawat luka. Bukan dengan menempelkan kulit durian yang tajam ke luka, tapi peneliti di Singapura mengubah kulit durian menjadi perban gel antibakteri.

Inovasi yang tak disangka ini dilakukan oleh para ilmuwan di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Dalam prosesnya, tim peneliti mengekstrak bubuk selulosa dari kulit buah yang sudah diiris dan dikeringkan, kemudian dicampur dengan gliserol.

Campuran ini menjadi hidrogel lunak, yang kemudian dipotong menjadi perban gel.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Bolehkah Bayi Makan Durian?

Profesor William Chen selaku direktur program ilmu dan teknologi pangan di NTU mengatakan bahwa keberhasilan inovasi tersebut tak lepas dari keprihatinannya terhadap lingkungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di Singapura, kami mengonsumsi sekitar 12 juta durian per tahun. Jadi selain makan dagingnya, kami tidak bisa berbuat banyak dengan kulit dan bijinya, dan ini menyebabkan pencemaran lingkungan," kata Chen seperti dilansir dari Reuters, Senin (20/9/2021).

Kulit durian, yang mengambil lebih dari setengah komposisi durian, biasanya dibuang atau dibakar sehingga berkontribusi pada limbah lingkungan.

Chen menambahkan bahwa teknologi tersebut juga dapat mengubah limbah makanan lainnya, seperti sis kacang kedelai dan biji-bijian lainnya menjadi hidrogel. Ini akan membantu membatasi limbah makanan negara Singa tersebut.

Apa keuntungan perban dari kulit durian ini?

Dibandingkan dengan perban konvensional, perban organo-hidrogel juga mampu menjaga area luka lebih dingin dan lembab, yang dapat membantu mempercepat penyembuhan.

Para peneliti mengatakan menggunakan bahan limbah dan ragi untuk perban antimikroba lebih hemat biaya daripada produksi perban konvensional, yang sifat antimikrobanya berasal dari senyawa logam yang lebih mahal seperti ion perak atau tembaga.

Baca juga: Ada Asam Amino Langka dalam Durian, Seperti apa Manfaatnya?

Pedagang grosir durian, Tan Eng Chuan, mengatakan, ia melewati setidaknya 30 peti durian sehari selama musim durian, kira-kira sebanyak 1.800 kg.

Mampu memanfaatkan bagian buah yang biasanya dibuang, kata Chuan, merupakan inovasi yang membuat lingkungannya lebih lestari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.