Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/09/2021, 18:20 WIB


KOMPAS.com - Desakan kepada Indonesia untuk segera menyelenggarakan kembali sekolah tatap muka oleh WHO dan UNICEF. Menurut pakar epidemiologi, sebaiknya pembukaan pembelajaran tatap muka dapat diawali dengan pilot project.

Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan bahwa sekolah adalah tempat yang sangat vital bagi anak dalam tahap perkembangannya.

"Sekolah itu amat vital dan strategis, karena ada anak-anak dengan usia yang mana mereka tidak bisa kehilangan waktu emasnya," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/9/2021).

Dicky menerangkan bahwa di masa tumbuh kembangnya, anak di masa-masa atau usia tertentu, membutuhkan rangsangan multi sensorik, rangsangan untuk berinteraksi tatap muka, serta melakukan berbagai kegiatan fisik.

Lebih lanjut Dicky mengatakan bahwa dalam setiap pandemi, sekolah adalah fasilitas umum yang paling akhir ditutup.

"Namun, saat pandemi membaik, bukan mal atau lainnya yang dibuka pertama kali, tetapi sekolah," jelas Dicky.

Baca juga: WHO dan UNICEF Desak Indonesia Membuka Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Pakar Epidemiologi

 

Oleh sebab itu, dibukanya kembali sekolah tatap muka di Indonesia menjadi langkah penting untuk anak. Hal ini juga sesuai dengan desakan WHO dan UNICEF, mengingat kebijakan penutupan sekolah di Indonesia telah berjalan selama 18 bulan.

Dicky mengatakan apabila penerapan sekolah tatap muka di Indonesia, secara infrastruktur sekolah belum siap, dalam hal ini penyediaan sirkulasi udara yang baik, maka pembelajaran dapat dilakukan secara outdoor.

"Di sini (Australia), di awal-awal pandemi juga begitu. Tetapi sekarang situasinya mulai terkendali, sehingga kegiatan belajar anak sudah mulai dilakukan di kelas-kelas, seluruh guru juga sudah vaksin, anak-anak di atas usia 12 tahun juga sudah mendapat vaksin penuh," jelas Dicky.

Sekolah dibuka mulai dari TK

Dicky pun menekankan bahwa tidak ada alasan bahwa anak-anak tidak bisa menjalani sekolah tatap muka.

Sebab, ia mengatakan, secara risiko penularan Covid-19 pada anak-anak relatif lebih kecil, dibandingkan orang dewasa. Namun demikian, Dicky menambahkan bahwa bukan berarti tidak ada jaring pengaman, saat sekolah tatap muka kembali dibuka.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Dimulai, Berikut 6 Tips Pemakaian Masker untuk Anak

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis: Pengertian dan Contoh

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis: Pengertian dan Contoh

Oh Begitu
Apa Itu Gangguan Tidur Sexsomnia yang Disebut Juga Seks Tidur?

Apa Itu Gangguan Tidur Sexsomnia yang Disebut Juga Seks Tidur?

Kita
Apakah Peran Gajah untuk Menyelamatkan Bumi?

Apakah Peran Gajah untuk Menyelamatkan Bumi?

Oh Begitu
Sejarah Gempa Turkiye, Tercatat Pernah Tewaskan 30.000 Orang

Sejarah Gempa Turkiye, Tercatat Pernah Tewaskan 30.000 Orang

Fenomena
Minum Cuka Apel untuk Penderita Asam Lambung, Amankah?

Minum Cuka Apel untuk Penderita Asam Lambung, Amankah?

Halo Prof!
Apakah Ikan Bisa Tenggelam?

Apakah Ikan Bisa Tenggelam?

Oh Begitu
Benarkah Kucing Bisa Memprediksi Cuaca?

Benarkah Kucing Bisa Memprediksi Cuaca?

Fenomena
Apakah Paus Pembunuh Memiliki Gigi?

Apakah Paus Pembunuh Memiliki Gigi?

Oh Begitu
5 Ikan Paling Mematikan di Dunia

5 Ikan Paling Mematikan di Dunia

Oh Begitu
4 Jenis Teh Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan

4 Jenis Teh Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan

Kita
Kenapa Manusia Bisa Merasa Bosan?

Kenapa Manusia Bisa Merasa Bosan?

Kita
Kenapa Gempa Turkiye Begitu Kuat dan Tergolong Langka?

Kenapa Gempa Turkiye Begitu Kuat dan Tergolong Langka?

Fenomena
Bagaimana Taring Ular Berevolusi?

Bagaimana Taring Ular Berevolusi?

Oh Begitu
Apakah Pergi Keluar dengan Rambut Basah Bisa Bikin Flu?

Apakah Pergi Keluar dengan Rambut Basah Bisa Bikin Flu?

Kita
Kenapa Gempa Turkiye Begitu Merusak dan Mematikan?

Kenapa Gempa Turkiye Begitu Merusak dan Mematikan?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+