Kompas.com - 21/09/2021, 18:20 WIB
Guru memberikan materi pelajaran kepada murid saat uji coba pembelajaran tatap muka pada hari pertama di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 85 sekolah dari jenjang SD hingga SMA mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan kapasitas dalam ruangan maksimum 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGuru memberikan materi pelajaran kepada murid saat uji coba pembelajaran tatap muka pada hari pertama di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 85 sekolah dari jenjang SD hingga SMA mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan kapasitas dalam ruangan maksimum 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.


KOMPAS.com - Desakan kepada Indonesia untuk segera menyelenggarakan kembali sekolah tatap muka oleh WHO dan UNICEF. Menurut pakar epidemiologi, sebaiknya pembukaan pembelajaran tatap muka dapat diawali dengan pilot project.

Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan bahwa sekolah adalah tempat yang sangat vital bagi anak dalam tahap perkembangannya.

"Sekolah itu amat vital dan strategis, karena ada anak-anak dengan usia yang mana mereka tidak bisa kehilangan waktu emasnya," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/9/2021).

Dicky menerangkan bahwa di masa tumbuh kembangnya, anak di masa-masa atau usia tertentu, membutuhkan rangsangan multi sensorik, rangsangan untuk berinteraksi tatap muka, serta melakukan berbagai kegiatan fisik.

Lebih lanjut Dicky mengatakan bahwa dalam setiap pandemi, sekolah adalah fasilitas umum yang paling akhir ditutup.

"Namun, saat pandemi membaik, bukan mal atau lainnya yang dibuka pertama kali, tetapi sekolah," jelas Dicky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: WHO dan UNICEF Desak Indonesia Membuka Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Pakar Epidemiologi

 

Oleh sebab itu, dibukanya kembali sekolah tatap muka di Indonesia menjadi langkah penting untuk anak. Hal ini juga sesuai dengan desakan WHO dan UNICEF, mengingat kebijakan penutupan sekolah di Indonesia telah berjalan selama 18 bulan.

Dicky mengatakan apabila penerapan sekolah tatap muka di Indonesia, secara infrastruktur sekolah belum siap, dalam hal ini penyediaan sirkulasi udara yang baik, maka pembelajaran dapat dilakukan secara outdoor.

"Di sini (Australia), di awal-awal pandemi juga begitu. Tetapi sekarang situasinya mulai terkendali, sehingga kegiatan belajar anak sudah mulai dilakukan di kelas-kelas, seluruh guru juga sudah vaksin, anak-anak di atas usia 12 tahun juga sudah mendapat vaksin penuh," jelas Dicky.

Sekolah dibuka mulai dari TK

Dicky pun menekankan bahwa tidak ada alasan bahwa anak-anak tidak bisa menjalani sekolah tatap muka.

Sebab, ia mengatakan, secara risiko penularan Covid-19 pada anak-anak relatif lebih kecil, dibandingkan orang dewasa. Namun demikian, Dicky menambahkan bahwa bukan berarti tidak ada jaring pengaman, saat sekolah tatap muka kembali dibuka.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Dimulai, Berikut 6 Tips Pemakaian Masker untuk Anak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.