Kompas.com - 21/09/2021, 17:03 WIB
Ilustrasi terumbu karang. Ancaman kerusakan terumbu karang tak hanya berasal dari perubahan iklim, tetapi juga limpasan sedimen yang larut. Upaya menyelamatkan ekosistem penting di laut ini dapat dilakukan dengan reboisasi pesisir pantai. ShutterstockIlustrasi terumbu karang. Ancaman kerusakan terumbu karang tak hanya berasal dari perubahan iklim, tetapi juga limpasan sedimen yang larut. Upaya menyelamatkan ekosistem penting di laut ini dapat dilakukan dengan reboisasi pesisir pantai.


KOMPAS.com - Terumbu karang merupakan sekelompok hewan dari ordo Scleractinia, yang bisa diselamatkan dari kerusakan melalui reboisasi di daerah pesisir pantai.

Dilansir dari Science Daily, Selasa (21/9/2021), sebuah studi menemukan bahwa reboisasi pesisir dapat berkontribusi untuk mengurangi jumlah limpasan sedimen yang mencapai terumbu karang.

Terumbu karang adalah bagian penting dalam ekosistem laut, yang berpotensi terkena dampak perubahan iklim.

Sedimen merupakan bahan utama pembentuk morfologi pesisir yang berasal dari pecahan batuan karena pelapukan secara fisik, kimiawi atau biologis.

Studi yang telah diunggah di Jurnal Global Change Biology tersebut menganalisis lebih dari 5.500 wilayah pesisir di seluruh dunia.

Dari analisis yang telah dilakukan, mereka mendapatkan hasil bahwa hampir 85 persen limpasan sedimen larut ke terumbu karang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Fungsi Terumbu Karang bagi Lingkungan

 

Hal ini merupakan ancaman paling serius kedua yang dihadapi terumbu karang di seluruh dunia selain karena perubahan iklim.

"Peningkatan sedimentasi dapat menyebabkan ekosistem perairan menjadi lebih sensitif terhadap tekanan panas, yang menurunkan ketahanan karang terhadap tekanan yang disebabkan oleh perubahan iklim," kata Dr. Suárez-Castro dari Pusat Ilmu Keanekaragaman Hayati dan Konservasi University of Queensland, Australia, sekaligus salah satu penulis.

Limpasan sedimen yang berlebihan dari pembukaan lahan serta polusi agrikimia di sepanjang garis pantai juga berdampak pada pengurangan tingkat cahaya dalam jumlah besar.

Padahal, pencahayaan yang baik merupakan kunci untuk pertumbuhan dan reproduksi terumbu karang dan lamun, tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal.

Karenanya, Suárez-Castro dan tim peneliti mengusulkan solusi melalui komitmen yang dilakukan oleh negara-negara untuk melakukan reboisasi hutan dan lahan di wilayah pesisir guna membantu mengurangi limpasan sedimen.

Para peneliti menilai bahwa reboisasi pesisir selamatkan terumbu karang dari kerusakan yang dapat disebabkan oleh limpasan sediman.

Baca juga: Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang Terancam Rusak, Ini Penyebabnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.