Kompas.com - 20/09/2021, 19:30 WIB
Ilustrasi nyamuk demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi nyamuk demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

KOMPAS.com - Sebagian besar wilayah Indonesia akan dan telah memasuki musim hujan periode 2021/2022, masyarakat diminta untuk segera melakukan mitigasi atau pencegahan terhadap ancaman berbagai penyakit terutama Demam Berdarah Dengue (DBD).

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Sejauh ini diketahui, DBD ditularkan oleh gigitan nyamuk.

Ada dua jenis nyamuk sebagai perantara penularan virus dengue terhadap tubuh seorang manusia hingga menjadi penyakit DBD, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Baca juga: Studi: Penyebaran Nyamuk ber-Wolbachia Terbukti Efektif Menurunkan Kasus DBD

Kedua nyamuk ini dipercaya sebagai vektor atau perantara untuk menularkan virus dengue, penyebab penyakit DBD ini.

Nah, pada saat awal dan akhir musim hujan, para ahli menilai nyamuk memang lebih aktif dan lebih banyak berkembang biak dalam masa itu, termasuk menyebabkan DBD dan cikungunya.

Sebab, saat awal musim hujan, pada umumnya intensitas curah hujan tidak terlalu besar, sehingga cukup untuk membasahi permukaan benda-benda di tanah dan membuat genangan di berbagai benda tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Genangan yang tidak segera dibersihkan dan dalam keadaan kotor sangat mungkin sekali menjadi sarang, tempat bertelur dan berkembang biak nyamuk-nyamuk, terutama jenis Aedes Aegypti ini menjadi lebih banyak bermunculan.

Berikut ada beberapa cara yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan untuk bisa dilakukan, guna mencegah ancaman penyakit demam berdarah

1. Menguras tempat penampungan air

Seperti diketahui, jentik atau bayi nyamuk berkembang-biak di air yang tergenang. Maka, berbagai wadah atau tempat-tempat penampungan air yang tidak terpakai, atau bahkan terbengkalai, serta dipenuhi sampah sangat berisiko menjadi tempat kembang biak nyamuk.

Saat jentik itu telah tumbuh dewasa, sangat mungkin bagi mereka menyebarkan bakteri.

Sehingga, masyarakat diminta untuk secara rutin membersihkan wadah atau dinding penampung air, karena di situ telur nyamuk bisa menempel.

2. Menutup rapat tempat sarang nyamuk

Selain membersihkan wadah penampungan air atau tempat terbengkalai, maka harus juga menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Jika tidak bisa ditutup dengan baik, maka upayakan untuk membalik wadah yang bisa tergenang saat hujan turun.

Perlu diketahui, banyak sekali jenis tempat yang sangat disukai oleh nyamuk dan dijadikan tempatnya bersarang.

Seperti wadah-wadah atau kontainer seperti cekungan di pohon, berbagai jenis daun, misalnya daun pisang, semak-semak belukar, talang rumah, ember, atau gelas yang tidak terpakai di tumpukan sampah, bisa berpotensi terisi air saat hujan curah ringan turun, alhasil akan menggenang dan nyamuk suka bersarang serta bertelur di sana.

Baca juga: Sama-sama Mewabah di Indonesia, Ini Beda Gejala DBD dan Covid-19

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.