Kompas.com - 20/09/2021, 12:02 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) turun dari helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). Sembilan dari 11 tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang yang menjadi korban penyerangan KKB pada Senin (13/9/2021) di evakuasi ke Jayapura untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Marthen Indey, Kota Jayapura. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/hp.
Indrayadi THSejumlah tenaga kesehatan (Nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) turun dari helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). Sembilan dari 11 tenaga kesehatan Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang yang menjadi korban penyerangan KKB pada Senin (13/9/2021) di evakuasi ke Jayapura untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Marthen Indey, Kota Jayapura. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/hp.

KOMPAS.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengecam tragedi penyerangan, pembakaran dan penembakan yang menyebabkan tenaga kesehatan (nakes) menjadi korbannya di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

IDI Papua juga meminta adanya peningkatan jaminan keamanan bagi para tenaga kesehatan di seluruh wilayah Papua.

Diketahui bahwa kejadian penyerangan, pembakaran dan penembakan terhadap nakes di Puskesmas Kiwirok ini terjadi pada Senin, 13 September 2021.

Ketua IDI Wilayah Papua, dr Donald Aronggear SpB(K) mengatakan, peristiwa penyerangan, pembakaran, dan penembakan di Puskesmas Kiwirok Papua ini telah mengakibatkan sejumlah tenaga kesehatan terluka dan bahkan ada seorang nakes yang meninggal dunia. 

Baca juga: 545 Dokter Meninggal akibat Covid-19, IDI: Beban Kerja Overload Bisa Turunkan Imunitas Nakes

Berikut beberapa fakta dan situasi terkini dari peristiwa berdarah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Korban telah dievakuasi dan alami trauma

Ada sebanyak 9 tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas tersebut sudah berhasil dievakuasi ke Jayapura.

Kesembilan nakes di distrik Kiwirok itu adalah dr. Restu Pamanggi, Marselinus Ola Attanila, Manuel Abi, Martinus Deni Satya, Lukas Luji, Patra, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina Sampetonapa.

"Semuanya saat ini sedang dalam penanganan medis dan psikis untuk trauma yang dialami," kata Donald dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/9/2021).

2. Korban luka parah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.