Kompas.com - 19/09/2021, 20:59 WIB
Puncak Gunung Semeru saat ditutupi oleh awan Lenticular, Kamis (7/11/2019). Dok. TNBTSPuncak Gunung Semeru saat ditutupi oleh awan Lenticular, Kamis (7/11/2019).
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Awan lenticularis merupakan fenomena atmosfer biasa yang sering muncul di atas gunung atau perbukitan.

Awan yang berbentuk seperti ufo ini pernah terlihat di beberapa gunung di Pulau Jawa, seperti Gunung Merapi, Merbabu, Lawu, Arjuno, dan lain-lain.

Perlu diketahui bahwa kemunculan awan lenticularis bukan merupakan tanda akan terjadinya suatu bencana.

Namun, dilansir dari Universitas Gadjah Mada (UGM), awan lenticularis berbahaya bagi aktivitas penerbangan karena bisa menyebabkan turbulensi.

Pembentukan awan lenticularis dipengaruhi oleh faktor orografis atau elevasi. Hal ini menyebabkan awan lenticularis sering muncul di daerah pegunungan atau perbukitan.

Baca juga: Gas Aneh di Awan Venus dari Gunung Berapi, Bukan Tanda Kehidupan

Awan lenticularis biasanya terbentuk di sisi bawah angin atau sisi belakang lereng. Dengan demikian, udara lembap yang naik ke sisi atas gunung atau bukit mengalami pendinginan dan pemadatan hingga menghasilkan awan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, di sisi yang berlawanan dengan angin, udara menurun dan menghangat sehingga terjadi penguapan.

Bentuk gelombang di atas gunung dan bagian bawah berbentuk pusaran air yang berputar-putar. Bagian yang naik dari bentuk pusaran air ini cukup dingin untuk membentuk awan rotor.

Udara di awan rotor sangat bergejolak sehingga berbahaya jika ada pesawat terbang yang melintas di sekitarnya.

Kondisi berbahaya ini juga berlaku bagi penerbangan di sisi belakang lereng gunung atau bukit karena ada gerakan ke bawah yang cukup kuat.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Tidak Mungkin Ada Kehidupan di Awan Planet Venus

Selain itu, terbentuknya awan lenticularis ini juga biasanya diikuti oleh hujan dengan intensitas sedang.

Uap air sudah jatuh sebagai hujan di sisi hadap lereng sehingga intensitas hujan akibat awan lenticularis tidak tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.