Kompas.com - 18/09/2021, 16:02 WIB
Ilustrasi penguin raksasa Kairuku waewaeroa, penguin ini berkaki panjang. Fosil penguin raksasa kembali menunjukkan bukti Selandia Baru telah menjadi rumah bagi burung-burung raksasa.
Simone Giovanardi via SCIENCE ALERTIlustrasi penguin raksasa Kairuku waewaeroa, penguin ini berkaki panjang. Fosil penguin raksasa kembali menunjukkan bukti Selandia Baru telah menjadi rumah bagi burung-burung raksasa.


KOMPAS.com - Selandia Baru sekitar 27 juta dan 35 juta tahun lalu menjadi rumah bagi sederetan burung raksasa yang luar biasa. Termasuk ditemukannya fosil penguin raksasa.

Di Selandia Baru juga pernah ditemukan burung beo terbesar yang pernah dikenal di Bumi.

Burung itu setinggi pinggang dijuluki Squawk-zilla (Heracles inexpectatus) yang kemungkinan merupakan karnivora sekitar 20 juta tahun lalu.

Masih ada juga burung Moa yang memiliki tinggi hingga 2 meter dan juga Elang Haast (Hieraaetus moorei) yang memiliki lebar sayap 3 meter.

Sekarang peneliti menambahkan lagi daftar hewan raksasa yang ditemukan di area tersebut, yakni penguin raksasa. Bahkan, setelah peneliti melakukan studi, penguin ini pun disebut sebagai spesies baru.

Baca juga: Penguin Raksasa dari Selandia Baru ini Punya Doppelganger, Seperti Apa?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Mengutip Science Alert, Jumat (17/9/2021) bukti keberadaan penguin raksasa tersebut sebenarnya ditemukan oleh sekelompok anak sekolah pada 2006 di Palabuhan Kawhia di Pulau Utara Selandia Baru.

"Sungguh mengejutkan mengetahui bahwa penemuan anak sekolah bertahun-tahun lalu ternyata berkontribusi pada dunia akademis hari ini," ungkap Steffan Safey, salah satu anak yang ada dalam rombongan.

Lantas, Simone Giovanardi yang merupakan ahli paleontologi dari Massey University memeriksa kembali fosil penguin yang ditemukan dan secara resmi menjelaskan penemuan itu.

Penguin ini mirip dengan penguin raksasa Kairuku yang pertama kali dideskripsikan dari Otago. Namun yang membuat berbeda adalah struktur kakinya yang lebih panjang.

Hal tersebut membuat peneliti menamai penguin raksasa ini sebagai Kairuku waewaeroa yang berarti kaki panjang dalam bahasa Maori, Selandia Baru.

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Penguin Khas Selandia Baru Terancam Punah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.