Kompas.com - 11/09/2021, 11:03 WIB
Ilustrasi virus corona menyerang manusia sejak 21.000 tahun lalu. SHUTTERSTOCK/LightspringIlustrasi virus corona menyerang manusia sejak 21.000 tahun lalu.

KOMPAS.com - Pulau Jawa dan Bali masih menjadi wilayah terbesar penyebaran virus corona SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 di Indonesia.

Hal itu disampaikan Juru Bicara dan ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers yang tayangkan daring oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (10/9/2021)

Menurut Wiku, pernyataan ini adalah hasil pantauan yang dilakukan terus-menerus oleh pemerintah mengenai perkembangan Covid-19 di seluruh wilayah di tanah air beserta evaluasi penanganannya.

Penyebaran Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali meningkat atau terbesar baik dari kasus positif, kematian maupun kasus aktif.

Baca juga: Halo Prof! Bolehkah Pasien Hipokalemia Disuntik Vaksin Covid-19?

Berdasarkan data yang ada, jumlah kasus positif terkonfirmasi Covid-19, wilayah Jawa-Bali menyumbang 67,7 persen dari total kasus nasional.

Kemudian menyusul pada urutan berikutnya adalah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara ,dan Maluku-Papua di urutan terakhir dalam hal jumlah kasus positif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Artinya presentase kasus positif sejalan dengan presentase kasus meninggal pada pulau-pulau di Indonesia," ujarnya.

Lantas, mengapa presentase kasus infeksi Covid-19 terbesar di Pulau Jawa dan Bali?

Mengenai perkara ini, Wiku menjelaskan bahwa alasan utama presentase jumlah infeksi Covid-19 cukup tinggi di Pulau Jawa dan Bali karena wilayah tersebut mendominasi populasi di Indonesia.

Tidak hanya itu, keberadaan ibukota negara di Pulau Jawa juga mendukung potensi risiko konfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut juga semakin tinggi.

Sebab, keberadaan ibukota negara jelas akan berpengaruh terhadap aktivitas sosial ekonomi di wilayah itu yang cenderung lebih padat, dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan kasus positif pada bulan sebelumnya, maka kasus positif di Pulau Jawa-Bali secara umum telah mengalami penurunan sebesar 74 persen.

Saran mitigasi dan pencegahan infeksi Covid-19

Wilayah geografis Indonesia yang luas dalam profil kepulauan, menuntuk strategi pengendalian yang disertai kolaborasi dan sinergi yang kuat dari berbagai pihak.

Dengan partisipasi tiap individu, dampak pandemi Covid-19 ini akan lebih terkendali.

Sehingga, Wiku mengajak masyarakat untuk menanggapi dinamika pandemi Covid-19 ini dengan cermat. Apalagi, virus ini akan terus bermutasi selama ia masih ada di tengah masyarakat, baik pada skala lokal maupun global.

Setiap individu perlu meningkatkan kewaspadaan, tapi tidak boleh takut berlebihan, serta harus melakukan pembelajaran dan perbaikan tiada henti.

Adapun, berdasarkan analisis presentase infeksi di atas, Wiku mengimbau kepada setiap daerah di Indonesia untuk segera melakukan sinkronisasi data agar perkembangan Covid-19 di daerah terpantau lebih akurat.

Baca juga: 94 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Belum Divaksin, Ini Fakta Manfaat Vaksin

Terlebih lagi, kepada daerah-daerah yang menyumbang kasus tertinggi. Maka, pengawasan kepatuhan protokol kesehatan utamanya pada fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui Satgas Posko Fasilitas Publik harus ditingkatkan.

Bahkan seharusnya, kata Wiku, perlu adanya penguatan Satgas Posko di tingkat desa atau kelurahan untuk memastikan pencegahan Covid-19 dilakukan sejak dari tingkatan terkecil.

"Dalam hal ini, pemerintah melalui berbagai kebijakan menyeluruh, senantiasa berusaha menekan angka kasus. Semakin rendah penularan yang terjadi, semakin kecil pula kemungkinan virus mengalami perubahan menjadi varian baru," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.