Kompas.com - 01/09/2021, 07:02 WIB
Jadwal hari tanpa bayangan di Indonesia yang akan dimulai minggu depan hingga alasan rel kereta api diberi batu jadi berita populer sains. Kompas.comJadwal hari tanpa bayangan di Indonesia yang akan dimulai minggu depan hingga alasan rel kereta api diberi batu jadi berita populer sains.

KOMPAS.com - Mulai pekan depan sejumlah wilayah Indonesia akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan Matahari.

Satu daerah dan daerah lain akan mengalami hari tanpa bayangan di hari dan waktu yang berbeda. Oleh karena itu, jadwal fenomena hari tanpa bayangan ini pun menjadi salah satu berita populer Sains Kompas.com edisi Selasa (31/8/2021).

Keberadaan batu kerikil tajam di rel kereta api pun mnejadi berita populer lainnya. Ternyata, batu kerikil ini punya fungsi penting lho.

Berita populer lainnya adalah khasiat daun sirih untuk kesehatan hingga efek samping vaksin pfizer.

Baca juga: [POPULER SAINS] Haruskah Kita Mandi Setiap Hari? | Ditemukan Pulau Baru, Paling Utara Bumi

Berikut rangkumannya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Jadwal hari tanpa bayangan di Indonesia

Mulai pekan depan, sejumlah wilayah di Indonesia akan menikmati fenomena hari tanpa bayangan Matahari.

Fenomena hari tanpa bayangan adalah posisi di mana Matahari berada di atas Indonesia, tepat berada di titik zenith.

Posisi matahari ini membuat tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari.

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Andi Pangerang mengatakan, posisi Matahari berada di atas Indonesia bukanlah sesuatu yang langka.

Sebab, Indonesia terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan dibelah oleh garis khatulistiwa.

Dengan lokasi geografis seperti ini, Matahari akan berada di atas Indonesia dua kali setahun. Lantas, kapan fenomena hari tanpa bayangan berlangsung? Baca selengkapnya di sini:

Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia Mulai Minggu Depan, Catat Daerah dan Waktunya

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.