Kompas.com - 26/08/2021, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Kelelawar merupakan salah satu mamalia nokturnal. Berbeda dengan mamalia lain, kelelawar akan bernyanyi untuk merayu pasangannya, mirip seperti yang dilakukan burung.

Melansir Smithsonian Magazine, jarang ditemukan mamalia yang menyanyikan lagu terutama untuk merayu pasangannya, seperti kelelawar.

Hewan yang sangat bergantung pada suara dan pendengaran yang tajam untuk bertahan hidup ini akan menemukan pasangannya melalui melodi.

Baca juga: Seukuran Ibu Jari, Kelelawar Ini Mampu Terbang Sejauh 2.000 Km

Sebuah penelitian yang telah diterbitkan di Behavioral Ecology and Sociobiology menyebutkan, kelelawar ekor pendek jantan akan menghasilkan lagu rumit yang menggambarkan ukuran mereka dan memungkinkan betina menilai calon pasangannya melalui hal itu.

Cory Toth, ahli ekologi perilaku dan penulis utama studi tersebut, burung dan kelelawar mungkin mengembangkan lagu karena melakukan penerbangan membutuhkan banyak energi.

"Lagu dapat menyiarkan niat, tanpa harus banyak bergerak," kata Toth.

Michael Smotherman, Ahli Biologi di Texas A&M University yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, bahwa ini adalah temuan menarik. Kelelawar bergabung dengan klub elit mamalia—termasuk tikus, paus, dan manusia—yang mendendangkan calon pasangan dengan melodi yang rumit dan kaya informasi.

Kelelawar ekor pendek dengan ukuran sekitar 3 inci ini adalah salah satu dari segelintir kelelawar yang bernyanyi.

"Kelelawar unik (ini) melakukan sesuatu yang unik, yang tidak biasa dilakukan kelelawar," ujar Smotherman.

Pada malam hari, pejantan akan bersarang di celah-celah kecil di pohon yang disebut dengan singing roots atau bernyanyi bertengger, hingga delapan jam.

Kelelawar bisa bertengger sendirian atau bisa juga melakukannya secara berurutan dengan kelelawar lainnya yang dihuni hingga 5 pejantan. Kegiatan ini juga bisa disebut dengan "timeshares".

Meskipun dilakukan bersamaan, pejantan akan mempersonalisasikan sarang mereka dengan mengumpulkan urine menggunakan kaki belakang dan menggosokkannya di bawah dagu mereka.

Hal itu dilakukan untuk menandai pintu masuk sarang seperti tikar selamat datang yang menyengat, agar mereka dapat kembali ke tempat yang sama pada malam berikutnya.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Setia pada Satu Pasangan, Angsa Kanada Siap Bertarung Memperebutkan Betina

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.