Kompas.com - 26/08/2021, 17:03 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk anak remaja. Kemenkes izinkan penggunaan vaksin Pfizer untuk anak remaja di Indonesia. SHUTTERSTOCK/anyaivanovaIlustrasi vaksinasi Covid-19 untuk anak remaja. Kemenkes izinkan penggunaan vaksin Pfizer untuk anak remaja di Indonesia.


KOMPAS.com - Salah satu upaya mempercepat dibukanya sekolah tatap muka adalah dengan vaksinasi Covid-19 anak dari usia 12-17 tahun. Belum lama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi izin penggunaan vaksin Pfizer untuk anak remaja di Indonesia.

Kebijakan ini tertuang dalam surat regulasi SR 02.06/I/2152/2021 tentang penggunaan vaksin Covid-19 Comirnaty buatan Pfizer dan BioNTech, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (24/8/2021) lalu.

Dalam surat tersebut, juga disebutkan dosis vaksin Pfizer yang diberikan dalam program vaksinasi anak remaja usia 12-17 tahun dengan pemberian dua dosis, tiap dosis sebanyak 0,3 ml yang disuntikkan secara intramaskular dengan interval atau jeda vaksinasi minimal 21 hari.

Vaksin Comirnaty Pfizer tiba di Indonesia pada, Kamis (19/8/2021) sebanyak 1,56 juta dosis.

Untuk saat ini, alokasi distribusi vaksin mRNA tersebut baru diprioritaskan untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Efikasi vaksin Pfizer

Vaksin Comirnaty telah mengantongi izin penggunaan darurat pada Juli lalu. Berdasarkan kajian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait data uji klinis vaksin virus coron tersebut yang dinyatakan efektif mencegah Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data efikasi vaksin Pfizer, menunjukkan bahwa dua dosis vaksin mRNA ini efektif memberikan perlindungan hingga 95 persen.

Baca juga: Vaksin Pfizer Kantongi Izin BPOM, Efikasi Vaksin pada Remaja Capai 100 Persen

 

Sedangkan pada anak remaja usia 12 tahun ke atas, efikasi vaksin Pfizer yang saat ini mulai digunakan di Indonesia, menunjukkan efektivitas vaksin mencapai 100 persen.

Menurut pakar biologi molekuler Indonesia, Ahmad Utomo saat dihubungi Juli lalu mengatakan bahwa efikasi vaksin Pfizer capai 100 persen, menunjukkan ada rentang yang artinya tidak semua orang yang divaksin menjadi kebal terhadap infeksi Covid-19.

"Dalam uji klinis, kan, jumlah peserta, meskipun banyak, tentu tidak akan pernah melebihi populasi di dunia nyata," ungkap Ahmad, saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/7/2021).

Terkait efikasi vaksin Pfizer yang menunjukkan efektif 100 persen melindungi dari Covid-19 pada remaja 12 tahun, Ahmad mengatakan bahwa kita berharap efektivitas vaksin Covid-19 akan bagus di dunia.

"Berapa persen di dunia nyata? Ya, itu yang nanti kita pantau. Minimal uji klinisnya memang menjanjikan," jelas Ahmad.

Jika dibandingkan efikasi vaksin Covid-19 yang lain, efektivitas vaksin Pfizer memang memiliki angka yang lebih tinggi. Terutama efikasi vaksin Pfizer pada anak remaja usia 12-15 tahun.

Baca juga: Vaksin Pfizer Kantongi Izin FDA untuk Vaksinasi pada Anak Remaja

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.