Kompas.com - 26/08/2021, 11:02 WIB


KOMPAS.com - Studi yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan efektivitas vaksin Covid-19 terhadap varian Delta turun hingga 66 persen.

Kendati demikian, para pakar kesehatan tetap menyarankan pentingnya vaksinasi untuk mencegah keparahan Covid-19 akibat infeksi virus corona dari berbagai varian, termasuk Delta.

Varian Delta yang telah dikategorikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahkan CDC, sebagai Variant of Concern (VOC) telah memberikan pukulan keras terhadap efektivitas vaksin Covid-19 yang ada saat ini.

Dilansir dari Live Science, Kamis (26/8/2021), studi baru yang dilakukan pada tenaga kesehatan menunjukkan bahwa persentase efektivitas vaksin Covid-19 telah turun sekitar 25 poin sejak varian Delta menjadi jenis virus corona yang dominan di Amerika Serikat.

Dalam studi yang dilakukan CDC, menemukan efektivitas vaksin terhadap infeksi Covid-19 menurun dari 91 persen sebelum muncul varian Delta, menjadi 66 persen, setelah varian virus corona ini muncul pada musim panas.

"Terlepas dari pengurangan moderat ini, pejabat kesehatan menekankan bahwa pengurangan dua pertiga yang berkelanjutan dalam risiko infeksi menggarisbawahi pentingnya dan manfaat berkelanjutan dari vaksinasi Covid-19," tulis para peneliti dalam studi baru ini.

Baca juga: Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

 

Studi baru CDC yang menunjukkan penurunan efektivitas vaksin Covid-19 terhadap varian Delta tersebut telah dipublikasikan pada 24 Agustus 2021 di CDC journal Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR).

Makalah studi ini didasarkan pada informasi yang dikumpulkan pada lebih dari 4.000 tenaga kesehatan di enam negara bagian Amerika Serikat.

Di antaranya negara bagian Arizona, Florida, Minnesota, Oregon, Texas dan Utah. Data tersebut diambil dari pertengahan Desember 2020 hingga pertengahan Agustus 2021.

Selama masa studi, yakni sebelum dan setelah munculnya varian Delta, peneliti menemukan efektivitas vaksin Covid-19 terhadap infeksi adalah 80 persen.

Para tenaga kesehatan dalam studi ini, sebanyak 65 persen menerima vaksin Pfizer-BioNTech, 33 persen menerima vaksin Moderna dan 2 persen tenaga kesehatan menerima vaksinasi dari vaksin Johnson & Johnson.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka yang menunjukkan penurunan efektivitas vaksin Covid-19 setelah munculnya varian Delta, harus ditafsirkan dengan hati-hati.

Baca juga: Efektivitas Vaksin Covid-19 66 Persen, Johnson & Johnson Ajukan Izin Penggunaan Darurat

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.