Aglonema Merah Ternyata Bukan Spesies Tanaman Asli, Ini Penjelasan Peneliti LIPI

Kompas.com - 23/08/2021, 18:46 WIB
Ilustrasi aglonema red valentine. Tanaman hias aglonema merah. SHUTTERSTOCK/PUSPA WARNAIlustrasi aglonema red valentine. Tanaman hias aglonema merah.


KOMPAS.com - Belakangan ini, aglonema merah atau aglonema dengan daun berwarna merah semakin digandrungi oleh para pecinta tanaman hias. Bahkan, harga aglonema dengan warna daun merah merona bisa sangat mahal.

Kendati menjadi primadona para pecinta tanaman hias, namun tahukah Anda jika ternyata aglonema merah bukan spesies tanaman asli?

"Semua tanaman Aglaonema (aglonema) yang mempunyai warna merah yang saat ini ramai diperjualbelikan merupakan hasil hibridisasi atau hasil kawin silang," kata Peneliti Araceae Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dra. Yuzammi, M.Sc saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/8/2021).

Yuzammi menjelaskan bahwa hasil persilangan tanaman hias ini, biasanya diberi nama sesuai yang diinginkan oleh orang yang membudidayakannya.

Misalnya, Aglaonema siam aurora, atau lebih populer dikenal sebagai aglonema lipstik siam aurora.

"Kalo kita bicara nama jenis, maka artinya adalah tumbuhan asli yang berasal dari alam dan tidak ada campur tangan manusia dalam warna yang ada, misalnya Aglaonema pictum dan lain sebagainya," papar Yuzammi.

Baca juga: 5 Manfaat Tanaman Hias bagi Manusia Menurut Sains

 

Kenapa daun aglonema bisa berwarna merah?

Tanaman aglonema merah kini difavoritkan banyak orang. Aglonema dengan daun berwarna merah merona, tak hanya dipandang unik dan cantik, tetapi harga tanaman hias ini juga bisa sangat fantastis.

Namun, Yuzammi mengungkapkan bahwa kebanyakan daun aglonema berwarna hijau atau campuran hijau dengan putih, atau cenderung warna abu dan bukan warna merah.

"Perlu saya luruskan disini, bahwa pemberi warna merah pada Aglaonema (aglonema) hasil silangan berasal dari Aglaonema rotundum," kata Yuzammi.

Aglaonema rotundum adalah spesies tumbuhan asli Indonesia dan hanya ditemukan di kawasan hutan Sumatera Utara. Aglonema ini adalah tumbuhan endemik Pulau Sumatera.

Lebih lanjut Yuzammi mengatakan bahwa Aglaonema rotundum adalah satu-satunya aglonema berdaun merah yang ada di dunia.

"Nah, bagi para breeder (pembudidaya), maka dikawinkanlah Aglaonema rotundum ini dengan jenis-jenis Aglaonema yang lainnya," imbuhnya.

Hasil dari kawin silang spesies tanaman asli ini, kemudian akan didapatkan hibrida-hibrida tanaman hias aglonema yang membawa warna merah, aglonema corak merah, maupun aglonema merah dengan daun berwarna merah mencolok.

Baca juga: Harga Tanaman Porang Mahal, Pakar IPB Ingatkan Awas Cuma Euforia

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arena Gladiator Romawi Terakhir yang Pernah Dibangun Ditemukan di Swiss

Arena Gladiator Romawi Terakhir yang Pernah Dibangun Ditemukan di Swiss

Oh Begitu
Direktur Gizi Kemenkes: Penanganan Stunting Harus Disesuaikan Versi Kearifan Lokal

Direktur Gizi Kemenkes: Penanganan Stunting Harus Disesuaikan Versi Kearifan Lokal

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Objek Misterius yang Lepaskan Energi Radio Setiap 18 Menit

Ilmuwan Deteksi Objek Misterius yang Lepaskan Energi Radio Setiap 18 Menit

Fenomena
Sulawesi Jadi Pusat Lokasi Penemuan Spesies Baru Tahun 2021, Ini Daftar Flora dan Fauna

Sulawesi Jadi Pusat Lokasi Penemuan Spesies Baru Tahun 2021, Ini Daftar Flora dan Fauna

Oh Begitu
Ular Tanah, Salah Satu Ular Berbisa yang Banyak Masuk Rumah

Ular Tanah, Salah Satu Ular Berbisa yang Banyak Masuk Rumah

Oh Begitu
Macam-Macam Kelainan Gigi Pada Anak

Macam-Macam Kelainan Gigi Pada Anak

Kita
Studi: Bahan Kimia dalam Produk Plastik Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

Studi: Bahan Kimia dalam Produk Plastik Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Kuda Nil Semprotkan Kotoran saat Dengar Suara Asing Kuda Nil Lain

Kuda Nil Semprotkan Kotoran saat Dengar Suara Asing Kuda Nil Lain

Fenomena
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional, Ini Cara Aksesnya

Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional, Ini Cara Aksesnya

Oh Begitu
Spesies Monyet Langka Ditemukan Kembali di Pegunungan Myanmar

Spesies Monyet Langka Ditemukan Kembali di Pegunungan Myanmar

Oh Begitu
Aliando Syarief Mengaku Alami OCD, Bisakah Penyakit OCD Disembuhkan?

Aliando Syarief Mengaku Alami OCD, Bisakah Penyakit OCD Disembuhkan?

Oh Begitu
Produk Tahan Air dan Noda Disebut Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, Studi Jelaskan

Produk Tahan Air dan Noda Disebut Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Pasien Covid-19 Isoman Diberikan Vitamin C, B, E dan Zinc Gratis, Apa Saja Manfaatnya?

Pasien Covid-19 Isoman Diberikan Vitamin C, B, E dan Zinc Gratis, Apa Saja Manfaatnya?

Oh Begitu
Apakah Paus Termasuk Hewan Mamalia?

Apakah Paus Termasuk Hewan Mamalia?

Oh Begitu
Mendominasi di Jawa dan Bali, Ketahui 6 Fakta Omicron dari Gejala hingga Cara Mencegahnya

Mendominasi di Jawa dan Bali, Ketahui 6 Fakta Omicron dari Gejala hingga Cara Mencegahnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.