Kompas.com - 21/08/2021, 10:03 WIB
Penampakan bulan saat terjadinya gerhana bulan total atau super blue blood moon, di atas kota San Fransisco, California, Rabu (31/1/2018) malam. Warga di berbagai belahan dunia antusias menyaksikan fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon (bulan biru) ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali. AFP PHOTO/JOSH EDELSONPenampakan bulan saat terjadinya gerhana bulan total atau super blue blood moon, di atas kota San Fransisco, California, Rabu (31/1/2018) malam. Warga di berbagai belahan dunia antusias menyaksikan fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon (bulan biru) ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali.


KOMPAS.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyampaikan, fenomena Bulan Biru atau Blue Moon akan terjadi pada Minggu, 22 Agustus 2021, dan akan menghiasi langit Indonesia.

Fenomena Blue Moon ini akan dapat disaksikan atau diamati di langit sejak pukul 19.01 WIB, 20.01 WITA, atau 21.01 WIT.

Namun, apa itu Blue Moon dan bagaimana fenomena Bulan Biru ini terjadi?

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lapan, Andi Pangerang menjelaskan, umumnya dalam sebuah musim astronomis yang ditandai oleh solstis ataupun ekuinoks dapat terjadi tiga kali Bulan Purnama.

Hal ini dikarenakan durasi musim untuk musim gugur (belahan utara) dan musim dingin (belahan utara) rata-rata 89,5 hari.

Sementara, durasi musim untuk musim semi (belahan utara) dan musim panas (belahan utara) rata-rata 93 hari.  Sedangkan, rata-rata lunasi (satu siklus periode sinodis Bulan mengelilingi Bumi) sebesar 29,53 hari. Sehingga 89,5 : 29,53 = 3,03 atau dibulatkan menjadi 3. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi, jika Bulan Purnama pertama terjadi berdekatan dengan awal musim astronomis, maka memungkinkan dalam sebuah musim astronomis terjadi empat kali Bulan Purnama. 

Baca juga: Fenomena Bulan Biru di Langit Indonesia, Catat Tanggalnya

 

"Bulan purnama ketiga dalam sebuah musim astronomis yang mengalami empat kali Bulan Purnama (fenomena) inilah yang disebut sebagai Bulan Biru," kata Andi kepada Kompas.com, Rabu (18/8/2021).

Dalam kalender Masehi, ada tujuh bulan yang berumur 31 hari dan ada empat bulan yang berumur 30 hari.

"Nilai ini lebih besar dari rata-rata lunasi yakni 29,53 hari," ujarnya.  

Jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi, maka memungkinkan dalam sebuah bulan di kalender Masehi terjadi dua kali bulan purnama

"(Fenomena) Bulan Purnama kedua dalam sebuah bulan di kalender Masehi inilah yang disebut juga sebagai Bulan Biru," jelas Andi.

 

Baca juga: Malam Ini Fenomena Bulan Purnama Strawberry Juni, Apa Maknanya?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.