Kompas.com - 20/08/2021, 13:02 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 Pfizer. SHUTTERSTOCK/ lupmotionIlustrasi vaksin Covid-19 Pfizer.

KOMPAS.com - Sebuah studi kesehatan masyarakat di Inggris menemukan bahwa kemanjuran vaksin Pfizer dan AstraZeneca terhadap varian Delta melemah dalam waktu tiga bulan.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa mereka yang terinfeksi varian Delta setelah menerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech (22UAy.DE) atau vaksin AstraZeneca (AZN.L) masih lebih mampu menularkan virus ke orang lain dibanding varian virus corona sebelumnya.

Kesimpulan ini berdasar data lebih dari tiga juta tes swab hidung dan tenggorokan yang dilakukan di Inggris.

Baca juga: Dua Dosis Vaksin Moderna Efektif Beri Perlindungan terhadap Varian Delta

Seberapa besar penurunannya?

Dari hasil riset peneliti di Universitas Oxford,  90 hari setelah mendapat suntikan kedua vaksin Pfizer atau AztraZeneca, kemanjuran dalam mencegah infeksi varian Delta masing-masing turun menjadi 75 persen dan 61 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam rentang dua minggu setelah diberi dosis kedua vaksin, keefektifan untuk vaksin Pfizer turun menjadi 85 persen dan keefektifan vaksin AstraZeneca turun menjadi 68 persen.

Dilansir dari Reuters, Kamis (20/8/2021), penurunan kemanjuran cenderung terjadi pada mereka yang berusia 35 tahun ke atas.

Kendati keefektifan menurun, profesor statistik medis dan kepala penyelidik untuk survei Oxford Sarah Walker mengatakan bahwa kedua vaksin masih mampu melawan varian Delta.

"Kedua vaksin ini, dalam dua dosis masih bekerja sangat baik melawan Delta. Namun perjalanan kita masih panjang," kata Walker.

Untuk diketahui, Walker tidak terlibat dalam pengerjaan vaksin AstraZeneca yang dikembangkan oleh pakar imunologi di Universitas Oxford.

Para peneliti tidak memproyeksikan berapa banyak lagi perlindungan yang akan turun dari waktu ke waktu. Namun mereka memperkirakan bahwa kemanjuran kedua vaksin mencapai ambang batas penurunan dalam kurun waktu 4-5 bulan setelah suntikan kedua.

Viral load

Menyoroti peningkatan risiko penularan varian Delta, penelitian ini juga menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi meskipun telah divaksinasi lengkap cenderung memiliki viral load seperti orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi.

Viral load adalah istilah yang digunakan untuk merujuk jumlah / banyaknya virus di dalam darah seseorang.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.