Kompas.com - 19/08/2021, 21:16 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.comEl Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Pemanasan SML meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik bagian tengah hingga mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Secara sederhana, dampak fenomena El Nino adalah memicu terjadinya kekeringan di wilayah Indonesia.

Selengkapnya, berikut adalah 4 fakta fenomena El Nino, dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG):

1. Pengamatan fenomena El Nino

Fenomena El Nino diamati dengan menganalisis data-data atmosfer dan kelautan yang terekam melalui weather buoy, yaitu alat perekam data atmosfer dan lautan yang bekerja secara otomatis dan ditempatkan di samudera.

Baca juga: Dampak Fenomena El Nino dan La Nina bagi Iklim di Indonesia

Di Samudera Pasifik, setidaknya terpasang lebih dari 50 buoy yang dipasang oleh lembaga penelitian atmosfer dan kelautan Amerika sejak tahun 1980-an.

Melalui alat ini, data suhu permukaan laut dapat tercatat sehingga kemunculan El Nino dapat dipantau.

2. Tidak terjadi secara tiba-tiba

Fenomena El Nino bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Proses perubahan suhu permukaan laut yang biasanya dingin menjadi hangat membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Oleh sebab itu, pengamatan suhu permukaan laut bisa bermanfaat untuk memprediksi terjadinya fenomena El Nino.

3. Dampak El Nino

Pusat prakiraan iklim Amerika mencatat bahwa sejak tahun 1950 telah terjadi 22 kali fenomena El Nino dan enam peristiwa di antanya berlangsung dengan intensitas kuat, yakni pada tahun 1957/1958, 1965/1966, 1972/1973, 1982/1983, 1987/1988, dan 1997/1998.

Baca juga: Apa Itu El Nino, Fenomena yang Menyebabkan Panas di Indonesia

Sebagian besar peristiwa El Nino ini mulai terjadi pada akhir musim hujan atau awal hingga pertengahan musim kemarau, yakni bulan Mei, Juni, dan Juli.

El Nino tahun 1982/1983 dan tahun 1997/1998 adalah dua fenomena El Nino terhebat yang pernah terjadi dengan dampak yang dirasakan secara global.

Pengaruh dua fenomena El Nino tersebut melanda banyak negara. Misalnya, Amerika dan Eropa yang mengalami peningkatan curah hujan sehingga memicu bencana banjir besar, sedangkan di India, Australia, Indonesia, dan Afrika mengalami kemarau yang panjang.

4. El Nino dan musim kemarau di Indonesia

Publikasi-publikasi ilmiah menunjukkan bahwa dampak El Nino terhadap iklim di Indonesia terasa semakin kuat jika terjadi di musim kemarau.

Sementara itu, jika El Nino terjadi ketika Indonesia mengalami musim hujan, dampaknya pun akan berkurang.

Baca juga: Apa itu La Nina dan Dampaknya Bagi Indonesia

Dampak El Nino juga berbeda-beda di setiap wilayah, bergantung pada iklim lokal. Oleh sebab itu, penting untuk analisis perihal ini guna dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan terkait menghadapi fenomena El Nino.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kanker Serviks Bisa Dicegah, Kenapa Kasusnya Masih Tetap Banyak?

Kanker Serviks Bisa Dicegah, Kenapa Kasusnya Masih Tetap Banyak?

Oh Begitu
Daftar Tumbuhan Endemik Sumatra

Daftar Tumbuhan Endemik Sumatra

Oh Begitu
Kebiasaan Suku Maya Hias Gigi Pakai Permata, Bukan Cuma untuk Estetika

Kebiasaan Suku Maya Hias Gigi Pakai Permata, Bukan Cuma untuk Estetika

Oh Begitu
Banjir Rob di Pemalang Rendam 8 Desa, BMKG: Masih Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan

Banjir Rob di Pemalang Rendam 8 Desa, BMKG: Masih Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan

Fenomena
Bukan Hanya Penyakit Orang Tua, Katarak Juga Bisa Terjadi pada Bayi

Bukan Hanya Penyakit Orang Tua, Katarak Juga Bisa Terjadi pada Bayi

Oh Begitu
Bahaya Benzena Untuk Kesehatan dan Gejala yang Ditimbulkan

Bahaya Benzena Untuk Kesehatan dan Gejala yang Ditimbulkan

Kita
Kenali Gejala Gagal Jantung pada Ibu Hamil, Bengkak Kaki hingga Sesak Napas

Kenali Gejala Gagal Jantung pada Ibu Hamil, Bengkak Kaki hingga Sesak Napas

Oh Begitu
Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, tapi Kasus Baru Lebih Tinggi di Sana

Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, tapi Kasus Baru Lebih Tinggi di Sana

Fenomena
Kenapa Indonesia Rawan Bencana?

Kenapa Indonesia Rawan Bencana?

Fenomena
3 Dosis Vaksin Pfizer Disebut Mampu Beri Perlindungan Covid-19 pada Anak Balita

3 Dosis Vaksin Pfizer Disebut Mampu Beri Perlindungan Covid-19 pada Anak Balita

Oh Begitu
Berlaku sampai Besok, Peringatan Dini Potensi Banjir Rob di Jateng dan Jatim

Berlaku sampai Besok, Peringatan Dini Potensi Banjir Rob di Jateng dan Jatim

Fenomena
Indonesia Belum Berlakukan Karantina bagi Pelaku Perjalanan dari Negara dengan Cacar Monyet

Indonesia Belum Berlakukan Karantina bagi Pelaku Perjalanan dari Negara dengan Cacar Monyet

Kita
Bulan Menyimpan Air yang Tercipta dari Gunung Berapi Purba, Kok Bisa?

Bulan Menyimpan Air yang Tercipta dari Gunung Berapi Purba, Kok Bisa?

Fenomena
Dokter Temukan Metode Penanganan Katarak dan Astigmatisme dengan Harga Lebih Terjangkau

Dokter Temukan Metode Penanganan Katarak dan Astigmatisme dengan Harga Lebih Terjangkau

Kita
Waspada, Gagal Jantung Kerap Terjadi pada Perempuan Hamil hingga Usai Melahirkan

Waspada, Gagal Jantung Kerap Terjadi pada Perempuan Hamil hingga Usai Melahirkan

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.