Kompas.com - 18/08/2021, 20:46 WIB
Ilustrasi menimbang berat badan DelpixartIlustrasi menimbang berat badan

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat semua orang harus beraktivitas di dalam rumah, yang mana inijuga berpengaruh pada kurangnya aktivitas fisik.

Hal ini memengaruhi kesehatan mental dan fisik banyak orang dan bukan hanya itu, tapi juga menyebabkan kenaikan berat badan.

Anda mungkin terkejut angka timbangan Anda menunjukkan kenaikan berat badan sekitar dua atau bahkan lima kilogram selama satu setengah tahun pandemi. Tapi, ini adalah hal yang nyata.

Baca juga: 5 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bantu Turunkan Berat Badan

Lalu sebenarnya, apa yang meyebabkan berat badan melonjak naik selama pandemi?

Penyebab kenaikan berat badan

Melansir Healthline, ada empat alasan berat badan naik selama pandemi. Berikut ini penjelasannya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Stress

Sebagai permulaan, masalah kesehatan, masalah keuangan, dan ketidakpastian yang dipicu oleh pandemi Covid-19 dapat berkontribusi pada peningkatan level stress.

Kemudian pada gilirannya, stress dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Faktanya, satu penelitian mengaitkan stress kronis dan kadar hormon stress kortisol yang tinggi dengan peningkatan keinginan makan dan penambahan berat badan.

2. Faktor kesehatan mental

Selain itu, karantina atau pembatasan kegiatan dapat menghambat kesehatan mental Anda dengan memperkuat masalah tertentu seperti depresi, kecemasan, dan kesepian.

Beberapa penelitian mengaitkan depresi dan kecemasan dengan kenaikan berat badan jangka panjang.

Terlebih lagi, penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa isolasi sosial dan kesepian kemungkinan berkaitan dengan risiko kenaikan berat badan yang lebih tinggi.

3. Gaya hidup sedentari

Perubahan dalam rutinitas harian Anda selama pandemic juga dapat berkontribusi pada penambahan berat badan.

Banyak orang bekerja dari rumah, yang mana ini dapat meningkatkan risiko makan berlebihan karena kebosanan atau stress.

Selain itu, banyak fasilitas olahraga yang ditutup karena Covid-19, sehingga orang-orang merasa lebih sulit untuk mempertahankan rutinitas olahraga secara teratur.

Karena menyesuaikan aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian Anda yang baru lebih sulit, sehingga sangat mudah terjebak ke dalam gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

Baca juga: Hindari 3 Makanan Ini untuk Mencegah Berat Badan Kembali Naik Setelah Diet

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

Oh Begitu
Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Oh Begitu
Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Oh Begitu
10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

Oh Begitu
Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Oh Begitu
Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Fenomena
Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Oh Begitu
Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Oh Begitu
Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Fenomena
5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

Oh Begitu
Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Oh Begitu
Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Oh Begitu
Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Oh Begitu
Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.