Kompas.com - 12/08/2021, 07:03 WIB
Ilustrasi sampel air limbah. Peneliti menganalisis sampel air limbah untuk menemukan tanda virus corona SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Cara ini dapat membantu deteksi Covid-19 lebih awal, sehingga dapat mengurangi potensi penyebaran Covid-19. SHUTTERSTOCK/felipe caparrosIlustrasi sampel air limbah. Peneliti menganalisis sampel air limbah untuk menemukan tanda virus corona SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Cara ini dapat membantu deteksi Covid-19 lebih awal, sehingga dapat mengurangi potensi penyebaran Covid-19.


KOMPAS.com - Para peneliti meyakini, orang yang yang terinfeksi virus corona SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, bisa terdeteksi lebih awal melalui tinja. Deteksi awal melalui sampel air limbah dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

Para peneliti di Fakultas Kedokteran University of California San Diego, sejak musim panas 2020, telah menyaring air limbah dari gedung kampus untuk mencari tanda-tanda virus corona.

Hal ini dilakukan dengan pemikiran bahwa virus corona yang keluar dari limbah tinja tersebut dapat membantu mencegah wabah.

Dilansir dari Medical Xpress, Kamis (12/8/2021), sekarang, para peneliti ini telah memiliki data pendukung dari skrining terhadap virus SARS-CoV-2 dalam air limbah.

Tim menunjukkan bahwa mereka dapat mendeteksi, bahkan satu orang yang terinfeksi tanpa gejala Covid-19, yang tinggal atau bekerja di gedung besar.

Baca juga: Berpotensi Menyebar Melalui Air Limbah, Mamalia Laut Terancam Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Deteksi awal dari air limbah yang positif Covid-19, dapat memberi informasi lebih dini kepada para penghuni gedung, sehingga hal ini dapat meningkatkan tingkat pengujian atau tes Covid-19 hingga 13 kali lipat.

Setelah seorang penghuni dinyatakan positif Covid-19, isolasi dan pelacakan kontak akan membantu mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut.

Menurut para peneliti, pendekatan ini memungkinkan deteksi awal Covid-19 hingga 85 persen kasus Covid-19 di kampus.

Mereka melaporkan studi ini dalam mSystems edisi 10 Agustus 2021. Dengan kata lain, sampel air limbah yang diuji positif Covid-19 sebelum sebagian besar diagnosis kasus setiap orang atau secara individual.

"Kampus-kampus universitas mendapat manfaat dari pengawasan air limbah sebagai sarana (deteksi awal) untuk mencegah wabah Covid-19, karena mereka penuh dengan populasi yang sebagian besar tanpa gejala, dan merupakan titik potensial untuk penularan yang memerlukan pengujian diagnostik yang sering," kata penulis pertama Smruthi Karthikeyan, Ph.D. D., insinyur lingkungan dan peneliti postdoctoral di UC San Diego School of Medicine.

Baca juga: Ilmuwan Inggris Teliti Jejak Virus Corona Covid-19 di Saluran Limbah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.