Kompas.com - 10/08/2021, 21:21 WIB
Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes. Getty Images/iStockphotoIlustrasi tes gula darah pada pasien diabetes.

KOMPAS.com - Diabetes adalah kondisi kronis yang didiagnosis dengan kadar gula darah tinggi yang tidak normal.

Biasanya, dokter akan melakukan tes darah untuk mengukur kadar gula darah - tidak ada cara yang lebih tepat untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes atau tidak, tanpa tes darah ini.

Beberapa orang yang menderita diabetes juga mengalami gejala utama dan tanda peringatan dini, seperti sering buang air kecil, rasa haus yang meningkat, dan rasa lapar yang berlebihan.

Baca juga: Deretan Komplikasi Penyakit Diabetes, Jantung hingga Ginjal Kronis

Tanda-tanda peringatan ini umumnya sama untuk diabetes tipe 1 dan tipe 2, meskipun bagaimana mereka muncul dapat bervariasi.

Tanda awal diabetes

Menurut dr Orville Kolterman, MD, kepala petugas medis di Pendulum, sebuah perusahaan yang membuat produk untuk membantu mengontrol kadar glukosa, tanda-tanda awal diabetes dikenal dengan 3 P, yakni sebagai berikut:

- Poliuria: Sering buang air kecil

- Polidipsia: Peningkatan rasa haus

- Polifagia: Rasa lapar yang berlebihan

Pada penderita diabetes tipe 1 tidak menghasilkan insulin sama sekali, sehingga umumnya mereka sering menunjukkan gejala yang lebih dramatis jika dibandingkan dengan penderita diabetes tipe 2.

Stephanie Redmond, seorang dokter farmasi dan salah satu pendiri Diabetes Doctor Supplements mengatakan, biasanya diabetes tipe 1 lekat dengan kerusakan yang sangat cepat dengan gejala yang parah, sehingga membuat pasien harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis.

"Sementara pada diabetes tipe 2, pankreas masih bisa membuat insulin, hanya saja tidak bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga terkadang gejala tak terlihat jelas untuk diagnosis tipe 2."

Berikut ini bagaimana tiga tanda awal diabetes muncul.

1. Rasa lapar yang berlebihan

Anda mungkin mengalami rasa lapar yang berlebihan, karena tubuh tidak lagi memproduksi atau menggunakan insulin dengan benar.

Insulin adalah hormon yang membantu tubuh memecah gula dari makanan yang Anda makan dan mengubahnya menjadi energi.

Tetapi, ketika insulin tidak tersedia atau tidak berfungsi dengan baik di dalam tubuh, Anda tidak mendapatkan energi itu dari makanan yang Anda makan.

Hal ini dapat menyebabkan tubuh Anda terus merasa lapar, bahkan ketika Anda sudah makan.

Rasa lapar yang berlebihan merupakan tanda peringatan dini yang penting, karena dapat mengindikasikan resistensi insulin atau kadar insulin yang tinggi, bahkan sebelum Anda dapat melihat gejala lainnya.

"Resistensi insulin dan kadar insulin tinggi berkembang sebelum gula darah tinggi, jadi ini adalah tempat yang bagus untuk menyebabkan beberapa perubahan sejak dini," kata Redmond.

Baca juga: Terbukti Berdampak pada Pankreas, Covid-19 Bisa Sebabkan Lonjakan Kasus Diabetes

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS]: Putri Nurul Arifin Meninggal karena Henti Jantung | Kakek Tewas Dikeroyok | Batuan Warna Ungu di Mars

[POPULER SAINS]: Putri Nurul Arifin Meninggal karena Henti Jantung | Kakek Tewas Dikeroyok | Batuan Warna Ungu di Mars

Oh Begitu
Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.